Infertilitas Bukan Titik Henti, RSU Prima Medika Bedah Tuntas Solusi Bayi Tabung

2026-04-12-at-14.06.08
Infertilitas bukan akhir, RSU Prima Medika gelar seminar IVF untuk masyarakat.

DENPASAR-fajarbali.com | Suasana di Inna Bali Heritage, Denpasar, pada Minggu (12/4/2026) tampak berbeda dari biasanya. Puluhan pasangan suami istri dengan raut penuh harap berkumpul untuk menyimak pencerahan medis dalam seminar awam bertajuk “Infertilitas Bukan Akhir Segalanya: IVF Solusinya”. Gelaran edukatif ini merupakan kolaborasi apik antara Rumah Sakit Umum (RSU) Prima Medika Denpasar, RSIA Ferina, dan didukung oleh PT Abbott.

Infertilitas sering kali menjadi momok yang membayangi kebahagiaan rumah tangga. Namun, seminar ini hadir untuk meruntuhkan tembok keputusasaan tersebut. Melalui paparan para ahli, masyarakat diajak memahami bahwa kesulitan memiliki keturunan bukanlah sebuah akhir, melainkan tantangan medis yang kini memiliki beragam solusi konkret berkat kemajuan teknologi.

Direktur RSU Prima Medika, dr. Putu Dian Ekawati, MPH., MH.Kes, dalam sambutannya menekankan bahwa edukasi adalah kunci utama. Ia menyoroti bagaimana stigma sosial sering kali membuat pasangan menunda pemeriksaan medis. Padahal, penanganan dini sangat menentukan keberhasilan promil (program hamil) bagi pasangan yang telah satu tahun menikah namun belum dikaruniai momongan.

Secara medis, dr. Dian menjelaskan bahwa infertilitas bersifat kompleks karena melibatkan dua individu. “Faktor penyebabnya bisa datang dari sisi istri, suami, maupun kombinasi keduanya. Oleh karena itu, pemeriksaan komprehensif menjadi fondasi awal sebelum melangkah ke prosedur yang lebih serius seperti In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung,” ujarnya.

Pakar fertilitas sekaligus pembicara, Dr. dr. Ida Bagus Made Kartha, SpOG, Subsp.FER, memaparkan secara mendalam mengenai anatomi keberhasilan IVF. Ia menjelaskan bahwa prosedur ini adalah bentuk pembuahan di luar tubuh, di mana manipulasi sel reproduksi dilakukan di laboratorium khusus untuk menghasilkan embrio berkualitas sebelum akhirnya dikembalikan ke rahim ibu.

Dr. Kartha merinci tiga kelompok besar penyebab infertilitas pada wanita: gangguan hormon seperti SOPK, masalah saluran telur akibat infeksi atau endometriosis, serta gangguan rahim. "Keberhasilan IVF tidak instan; ia dipengaruhi oleh usia, gaya hidup, dan kondisi kesehatan reproduksi secara menyeluruh," tegasnya kepada para peserta.

BACA JUGA:  Bupati Tabanan Menerima 3 Alat Oksigen Konsentrator dari Ikasmasta

Senada dengan hal tersebut, dr. Aucky Hinting, Ph.D., Sp.And, Subsp. FER, menambahkan perspektif dari sisi andrologi dan teknologi. Baginya, peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya di Bali, terhadap kesehatan reproduksi menunjukkan tren positif. Teknologi reproduksi berbantu kini semakin mudah diakses dengan standar medis yang terus meningkat.

Menariknya, dr. Aucky mengingatkan bahwa meski IVF memiliki peluang keberhasilan tinggi, metode ini bukanlah jalan tunggal. Dokter spesialis akan melakukan asesmen mendalam untuk melihat apakah pasangan cukup diberikan terapi hormon, inseminasi buatan, atau sekadar perbaikan gaya hidup sehat sebelum memutuskan masuk ke program bayi tabung.

Tak bisa dimungkiri, aspek finansial sering menjadi ganjalan. Namun, dr. Aucky melihat program IVF sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan keluarga. “Saat ini, banyak fasilitas kesehatan mulai menawarkan paket layanan atau sistem pembiayaan bertahap guna memudahkan pasangan merencanakan pengobatan tanpa terbebani tekanan ekonomi yang mendadak,” ucapnya.

Di luar urusan teknis medis, seminar ini juga menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam yakni kesehatan mental. Tekanan sosial dari lingkungan sekitar sering kali memperburuk kondisi psikologis pasangan. Padahal, ketenangan batin dan dukungan emosional dari pasangan serta tenaga medis merupakan bahan bakar utama dalam menjaga optimisme selama proses promil berjalan.

Kesaksian nyata datang dari Sista Putri dan Dwiki Anggriawan. Pasangan asal Denpasar ini merupakan salah satu bukti keberhasilan program IVF di RSU Prima Medika. Sista berbagi kisah mengharukan tentang perjuangan fisik dan mental, mulai dari serangkaian terapi hormon hingga menghadapi rasa takut akan kegagalan yang sempat menghantuinya.

"Keputusan ini tidak mudah, butuh kesiapan mental dan finansial yang kuat. Tapi kami percaya, setiap usaha yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil," ungkap Sista dengan penuh haru. Baginya, memiliki tenaga medis profesional yang mampu memberikan edukasi tepat adalah faktor krusial yang membuatnya tetap tegar hingga berhasil melahirkan bayi yang sehat.

BACA JUGA:  Puskor Hindunesia Gelar Aksi Donor Darah Meriahkan Hari Jadi Ke-22 dan Hari Palang Merah Internasional

Kehadiran empat pembicara ahli—dr. Ida Bagus Made Kartha, dr. Aucky Hinting, dr. I Made Mahadinata Putra, dan dr. Ida Ayu Indira Mandini Manuaba—memberikan wawasan 360 derajat bagi audiens. Tidak hanya soal bagaimana embrio terbentuk, tapi juga bagaimana mempersiapkan rahim dan kualitas sperma agar mencapai titik optimal.

Antusiasme peserta yang terdiri dari pasangan muda hingga tenaga kesehatan menunjukkan bahwa kebutuhan akan informasi fertilitas yang akurat sangat tinggi. Seminar ini berhasil mengubah atmosfer ketakutan menjadi harapan yang realistis melalui data sains dan kisah sukses yang autentik.

Menutup rangkaian acara, RSU Prima Medika menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam layanan kesehatan reproduksi yang edukatif dan berbasis teknologi modern. Melalui kegiatan berkala seperti ini, diharapkan masyarakat tidak lagi merasa sendirian dalam perjuangan menjemput buah hati, karena sains dan dukungan moral kini hadir berdampingan. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top