Kenang Jejak Perjuangan I Gusti Ngurah Rai di Monumen Pangkung Jukung Pekutatan

Peringatan pendaratan Ekspedisi Pejuang Sunda Kecil di Monumen Pangkung Jukung yang berlokasi di tepi Pantai Yeh Kuning, Pekutatan, Minggu (5/4/2026).
Peringatan pendaratan Ekspedisi Pejuang Sunda Kecil di Monumen Pangkung Jukung yang berlokasi di tepi Pantai Yeh Kuning, Pekutatan, Minggu (5/4/2026).

NEGARA-fajarbali.com | Mengenang perjuangan heroik pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Bali pimpinan I Gusti Ngurah Rai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, kembali diperingati di pesisir pantai Yeh Kuning, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Minggu (5/4/2026).

Peringatan pendaratan Ekspedisi Pejuang Sunda Kecil itu juga dikenang melalui sebuah Monumen Pangkung Jukung yang berlokasi di Pantai Yeh Kuning, Pekutatan.

Sesuai catatan sejarah, ekspedisi ini merupakan langkah strategis pada akhir 1945 hingga awal 1946, ketika Ngurah Rai bersama pasukannya berangkat ke Pulau Jawa untuk menjalin langkah koordinasi dengan pemerintah pusat di Yogyakarta.. dalam menghadapi Belanda di Bali. Setelah sempat kembali ke Muncar, Jawa Timur, pasukan I Gusti Ngurah Rai berhasil mendarat pada 5 April 1946, di Pantai Yeh Kuning Pekutatan. Setelah itu perjalanan menuju Tabanan.

Ketua LVRI Jembrana, I Ketut Gede menyampaikan ekspedisi itu diwarnai peristiwa penting berupa pertempuran laut di perairan Gilimanuk. Dalam peristiwa yang dikenal sebagai Perang Lintas Laut Gilimanuk, pasukan TKR sempat terlibat kontak senjata dengan Belanda.

“Keputusan Ngurah Rai kembali ke Muncar karena perahu bocor justru menjadi langkah penyelamatan. Belanda terkecoh, sehingga pasukan utama bisa mendarat dengan selamat dan melanjutkan perjuangan,” terangnya.
Peringatan ini menurutnya mengingatkan terhadap nilai-nilai patriotisme, khususnya dalam mengenang perjuangan pasukan Ciung Wanara yang mencapai puncaknya dalam Pertempuran Margarana.

Sementara Ketua Pemuda Panca Marga Kabupaten Jembrana, I Made Sudantra, turut mengapresiasi atas dukungan Pemkab Jembrana, Camat Pekutatan, YKP, Kampus Wirabakti, Babinsa dan Bimas Pekutatan, sehingga peringatan rutin setiap tahun ini dapat berlangsung dengan khidmat.

“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan tonggak sejarah penting. Generasi muda harus memahami dan menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa,” tegasnya.

BACA JUGA:  Hut Bhayangkara ke-75, Bupati Tamba Naik Panser

Momentum peringatan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari tabur bunga, doa bersama, hingga penyerahan buku perjuangan I Gusti Ngurah Rai.W-003.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top