RISE UP With Rotary, Sentuhan Empati Guru untuk Masa Depan Mental Remaja Bali

1000576839
Rotary International District 3420 gelar pelatihan kesehatan mental bagi para guru.
MANGUPURA-fajarbali.com | Isu kesehatan mental pada remaja kini menjadi perhatian serius di dunia pendidikan. Menanggapi fenomena tersebut, Rotary International District 3420 menggelar pelatihan bertajuk "RISE UP With Rotary" pada Senin (6/4). Bertempat di Nusa Pujian Convention Centre (NPCC), Badung, acara ini fokus pada penguatan peran guru sebagai pendamping psikologis yang tangguh bagi para siswa di tengah dinamika perkembangan zaman.

​Program strategis ini diinisiasi langsung oleh District Governor (DG) Dyah Anggraeni dan diwujudkan melalui skema District Grant #2684517. Kehadiran para petinggi organisasi, seperti DGE Wayan Tur Adyana, DRFC Suzana Chandra, serta jajaran District Officer lainnya, menunjukkan komitmen kuat Rotary dalam mendukung kualitas sumber daya manusia di Bali. Dukungan penuh juga datang dari para Rotarian dari berbagai Rotary Club di wilayah Bali yang turut mensukseskan jalannya acara dari awal hingga akhir.

​Pelatihan ini dirancang secara interaktif untuk mengubah paradigma guru dari sekadar pengajar materi akademis menjadi sosok mentor yang empatik. Melalui pendekatan partisipatif, para peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi juga diajak untuk menyelami pemahaman diri. Mengenal identitas, memetakan potensi, serta membangun kepercayaan diri menjadi pondasi awal sebelum para guru mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolahnya.

​Sesi yang cukup menarik perhatian adalah diskusi mengenai "Sudut Pandangku", di mana para guru diajak membedah berbagai permasalahan kompleks yang dihadapi remaja saat ini. Peserta dilatih untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi fisik dan psikologis siswa yang mengarah pada gangguan kesehatan mental. Dengan memahami perspektif siswa, guru diharapkan mampu menyusun solusi yang relevan dan deklaratif dalam menghadapi krisis emosional di ruang kelas.

​Aspek regulasi emosi juga menjadi poin krusial yang dibahas dalam pelatihan sepanjang hari ini. Para guru dibekali teknik untuk mengidentifikasi situasi emosional saat berinteraksi dengan siswa dan strategi mengelola stres pribadi. Kemampuan menjaga stabilitas emosi guru dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan atmosfer belajar yang sehat, nyaman, dan bebas dari tekanan psikologis bagi siswa.

BACA JUGA:  Pramuka SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar, Kerja Bakti di Sukawati

​Tak kalah penting, teknik mendengarkan aktif (active listening) menjadi materi yang dipraktikkan secara intensif. Para narasumber menekankan bahwa empati bukan sekadar mendengarkan kata-kata, melainkan memahami perasaan di balik curahan hati siswa. Dengan kemampuan mendengarkan yang reflektif, seorang guru dapat menjadi tempat berlabuh yang aman bagi siswa yang tengah menghadapi tantangan hidup.

​Keberhasilan materi tersebut didukung oleh kehadiran narasumber profesional yang ahli di bidangnya, yakni Ir. Paul W. Sarapang, M.A, M. Th selaku Ketua Rumah Konseling Bali, serta Ni Ketut Jeni Adhi, M.Psi, Psikolog dari Konsultan Tema Insani. Kolaborasi kedua pakar ini memberikan perspektif yang seimbang antara pendekatan konseling spiritual-humanis dan analisis psikologis mendalam, sehingga peserta mendapatkan wawasan yang komprehensif.

​Melalui inisiatif "RISE UP With Rotary", District 3420 berharap para pendidik mampu menjadi sumber inspirasi yang mengangkat martabat siswa. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih manusiawi, di mana perbedaan dipandang sebagai kekuatan. Dengan guru yang sehat secara mental dan terampil secara psikologis, masa depan generasi muda Bali diharapkan akan tumbuh lebih kuat dan penuh harapan. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top