Doa Perdamaian Dunia dan Konser “Satu Cinta untuk Semua” Sedot Perhatian Pengunjung Living World

IMG-20260329-WA0001
Sunar Sanggita Music mengadakan doa perdamaian dunia dengan ratusan cahaya flash HP menyala bersamaan dirangkai konser musik inklusif di Amphitheater Living World Denpasar, Sabtu 28 Maret 2026.

DENPASAR-fajarbali.com | Sunar Sanggita Music menggelar konser musik akbar bertajuk Satu Cinta untuk Semua dirangkai dengan doa bersama untuk perdamaian dunia, bertempat di Amphitheater Living World Denpasar, Sabtu 28 Maret 2026.

Menariknya event berskala nasional ini, dikoordinir oleh disabilitas, khususnya tunanetra dan tuli. Demikian dikatakan Made Prasetya Wiguna Mahayasa selalu Founder dan CEO Sunar Sanggita.

Wiguna, sapaan karib Made Prasetya Wiguna Mahayasa, merasa bangga sekaligus haru mengingat tantangan menyukseskan acara tersebut tidak main-main. Sejak sebulan lalu, panitia sibuk mematangkan rencana agenda.

"Soalnya kami kan ada keterbatasan. Kemana-mana naik ojek. Butuh pendamping. Terus belum lagi hambatan alat bantu pengedaran rusak. Tapi syukur kami bisa membuktikan diri bahwa keterbatasan bukan halangan," kata Wiguna.

Soal dipilihnya Living World sebagai tempat penyelenggaraan event, Wiguna beralasan karena manajemen salah satu mall terbesar di Bali itu sangat ramah disabilitas. Selain itu, fasilitas, sarana dan prasarana sangat mumpuni.

"Kami sangat berterima kasih kepada manajemen Living World yang sangat baik. Kami benar-benar dibantu secara maksimal. Teman-teman disabilitas juga sangat familiar di mall ini," ujarnya.

Terkait doa perdamaian dunia, Wiguna menjelaskan ditandai dengan menyalakan cahaya flash handphone bersamaan. Doa perdamaian ini dipandu oleh perwakilan lintas agama, sebagai simbol doa perdamaian dunia diikuti oleh siswa dari sekolah musik yang didirikan oleh tunanetra dan tuli, yang kini melatih 250 lebih siswa non-disabilitas.

"Kami pilih bulan Maret karena memanfaatkan momen yang penuh perayaan lintas agama besar untuk memupuk budaya persatuan. Dimana kami ingin membuktikan bahwa difabel juga bisa menginisiasi acara besar karena biasanya kan acara itu diselenggarakan oleh non-disabilitas tapi saat ini kami, saya sendiri sebagai disabilitas tunanetra menginisiasi acara ini untuk mengajak seluruh masyarakat agar bisa bersatu dalam sebuah konser musik," kata, Wiguna.

BACA JUGA:  Jaga Keseimbangan Alam dan Kelestarian Satwa, Taman Bali Safari Rayakan Tumpek Kandang

Selain itu, acara ini juga untuk membentuk mental kepercayaan diri siswa Sunar Sanggita serta empati melalui penampilan kolaborasi dengan pengajar Tuna Netra juga. Sebanyak 20 penampilan sebagian besar penampilan musik seperti bermain piano dan gitar, gurunya bermain bass dan drum diharmonikan dalam satu panggung.

"Jadi siswa kami adalah siswa yang melihat jadi kami mengajar yang non-disabilitas, yang non-disabilitas dan yang tidak disabilitas juga jadi tidak ada kami beda-bedakan, tapi kebanyakan memang siswa kami yang non-disabilitas," imbuhnya.

"Harapan saya adalah melalui event ini kami sekali lagi menegaskan bahwa kesetaraan tidak melihat latar belakang jadi ketika kami memiliki semangat untuk menjalankan suatu hal kami memiliki tekad untuk mengeksekusi hal tersebut dan lingkungan itu memberikan kesempatan pasti hal itu dapat terjadi dan harapan saya bagi teman-teman difable lain yang ada di luar sana jangan pernah ragu untuk memulai," pungkas Wiguna.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top