Diserang dan Ditikam, Bule Belanda Tewas Bersimbah Darah di Depan Vila Amira

IMG_20260324_114747
Ilustrasi pembunuhan.
MANGUPURA -fajarbali.com |Kasus kekerasan disertai pembunuhan terjadi di depan Villa Amira nomor 1 Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, pada Senin 23 Maret 2026 sekira pukul 22 30 Wita. Dua orang pelaku diduga warga asing menyerang dan membantai pria asal Belanda bernama Rere Pouw (49) dengan menggunakan pisau. 
 
Insiden ini terjadi sekitar pukul 22.30 Wita setelah korban keluar dari Vila Amira bersama pacarnya, Pujiani (30) yang tinggal di Jalan Ekawalawiya IV, Legian, Kuta, Badung. Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika dua pria tak dikenal yang datang berboncengan sepeda motor tiba-tiba mendekat.
 
Terlihat salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online berwarna hitam hijau, sementara rekannya memakai kaos orange. Penyerangan ini tampaknya sudah direncanakan. 
 
"Dalam penyerangan itu kedua pelaku menggunakan senjata tajam jenis pisau," ungkap sumber petugas, Selasa 24 Maret 2026.
 
Sadar dirinya diserang, korban berusaha menghindar, sedangkan kekasihnya berusaha menyelamatkan diri setelah sempat dikejar oleh seorang pelaku. 
 
Kedua pelaku terus melakukan penyerangan bahkan sempat masuk ke area villa. Sementara kedua korban sudah dalam kondisi luka parah. 
 
"Korban bule ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam vila, pacarnya berhasil menyelamatkan diri,” ungkap sumber di lapangan.
 
Sementara dua pelaku kemudian kabur usai membunuh korban. Sementara saksi Pujiani berteriak meminta pertolongan warga sekitar. 
 
"Korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dan dinyatakan meninggal dunia, Polisi masih dalami," imbuh sumber. 
 
Sejak kasus ini mencuat dan viral di media sosial, dua pelaku masih dalam pengejaran. Dugaan kuat, kasus ini mengarah pada keterlibatan sesama warga negara asing.
 
Saat ini, Polisi tengah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap motif di balik aksi sadis tersebut. 
 
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius, mengingat kawasan Kerobokan merupakan salah satu titik hunian favorit wisatawan mancanegara di Bali.
 
Polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor untuk membantu proses pengungkapan kasus tersebut. 
 
Sementara itu PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun pihaknya sejauh ini belum mendapatkan data resmi dari pihak kepolisian setempat, dalam hal ini Polsek Kuta Utara. 
 
"Sabar dulu nggih rekan rekan media anggota masih lidik dilapangan," ungkapnya, pada Selasa 24 Maret 2026. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top