DENPASAR-fajarbali.com | Sebagai langkah konkret percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar, dilaksanakan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Penurunan Prevalensi Stunting Kota Denpasar Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Sewaka Mahottama, Rabu (4/3).
Kegiatan ini bertujuan menyampaikan hasil analisis situasi serta rencana kegiatan intervensi penurunan stunting secara terintegrasi.
Data menunjukkan prevalensi stunting Kota Denpasar mengalami penurunan dari 10,8% pada tahun 2023 menjadi 10,4% pada tahun 2024, yang menjadi dasar penguatan strategi percepatan ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama para pemangku kepentingan. Dalam kesempatan itu dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama Pra-musrenbang Penurunan Prevalensi Stunting oleh Wakil Wali Kota Denpasar, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala DP3AP2KB, Kepala PMD Denpasar, Kepala Bappeda Denpasar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Sekretaris TP PKK Kota Denpasar, para Camat, serta para Lurah sebagai wujud sinergi dan komitmen bersama.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For. MARS., menegaskan bahwa upaya penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi melalui penguatan peran keluarga, konvergensi layanan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pemanfaatan data keluarga sebagai dasar perencanaan agar intervensi lebih tepat sasaran.
"Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat lintas sektor guna mewujudkan generasi Denpasar yang sehat dan berkualitas," kata Luh De Sukardiasih.










