BULELENG-fajarbali.com | Hujan deras yang terus menerus mengguyur Kabupaten Buleleng sejak tiga hari kemarin membuat beberapa musibah yang melanda Kabupaten Buleleng. Selain pohon tumbang dan banjir yang menggenangi di beberapa ruas jalan, hujan yang terjadi Minggu (4/1/2025) lalu juga membuat senderan yang ada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kubutambahan sepanjang 7,2 meter dengan ketinggian dua meter menjadi jebol.
Jebolnya senderan yang diakibatkan tergerus air hujan dinilai mengancam terhadap bangunan kamar mandi dan kantin milik sekolah.”Jebolnya senderan itu ada di sebalah kantin dan kamar mandi yang ada di sekolah, namun kami sudah melakukan antisifasi dini dengan melakukan pemagaran terhadap daerah jebol dan memasang terpal agar tanahnya tidak tergerus lagi kalau hujan turun,”jelas Gede Suyasa Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Buleleng saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2025).
Selain memasang terpal dan memagari Lokasi longsor, pihaknya mengaku telah bersurat kepada dinas terkait seperti Disdikpora Kabupaten Buleleng guna menindaklanjuti terkait senderan yang mengalami jebol tersebut sehingga tidak berbahaya bagi bangunan dan para siswa yang ada di sekolah tersebut.”Kita sudah mengirimkan surat rekomendasi ke dinas terkait guna tindak lanjut akibat jebolnya senderan tersebut agar tidak berbahaya bila hujan turun,”lanjut Suyasa.
Dilain sisi menurut Kepala dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Surya Bratha saat dikonfirmasi terpisah pihaknya mengakui telah menerima asesmen dari BPBD dan pihak sekolah terkait jebolnya senderan sekolah yang ada di Kecamatan Tejekula.”Ia memang kita sudah menerima asesmen dari BPDB terkait jebolnya senderan sekolah tersebut dan kita juga sudah melaporkan kepada atasan,”jelasnya.
Dikonfirmasi kapan akan dilakukan perbaikan? Pihaknya mengakui dalam tahap pengerjaan terhadap senderan jebol tersebut pihaknya masih menunggu tim anggaran.”Untuk tahap pengerjaan kita sebenarnya masih menunggu tim anggaran kalau memang ditahun ini sudah ada anggaran tentunya dalam perbaikan akan segera dilakukan menggunakan anggaran APBD daerah,”tutur Bratha. @gus










