SINGARAJA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Mengantisifasi merebaknya Demam Bedarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti dimana Kabupaten Buleleng sempat menduduki peringkat kedua tingkat Nasional dengan banyaknya korban, kini pemerintah daerah disemping menyerukan kepada semua warga masyarakat dengan melakukan pencegahan melalui penerapan Pencegahan Sarang Naymuk (PSN) juga melakukan penyebaran serbuk pembasmi centik nyamuk. Sebanyak 500 boks serbuk abate dibagikan kepada Sembilan kecamatan yang dilakukan melalui puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2020) siang.
Menurut Sutjidra untuk pemberantasan sarang nyamun dalap dilakukan dengan pelaksanaan PSN. Disamping itu pihaknya juga telah membagikan serbuk abate kemasing-masing kecamatan melalui puskesmas yang ada.”Dalam menekan angka DBD yang terjadi kami terus melakukan sosialisasi untuk menerapkan PSN baik dengan jalan menguras, mengubur dan menutup semua sumber yang menggenangi air. Disamping itu juga kami sudah membagikan serbuk abate kepada seluruh kecamatan melalui puskesmas yang ada,”ungkapnya.
Dikonfirmasi wilayah yang menjadi zona merah DBD? Untuk di Kabupaten Buleleng terdapat tiga zona merah yag merupakan wilayah atau kecamatan yang penduduknya paling banyak terserang DBD yakni Kecamatan Buleleng, Tejekula dan Kecamata Banjar. Hal itu tutur Sutjidra diupayakan terlebih dahulu harus mendapatkan serbuk abate selalin melakukan pengasapan di beberapa desa atau wilayah yang terdampak.”Kalau wilayah yang ada di Kabupaten Buleleng terdampak ada tiga kecamatan yang paling banyak dan semuanya sudah kami optimalkan dalam pembagian serbuk abate tersebut selalin kami melakukan pengasapan di lokasi terdampak hingga 100 meter,”imbuhnya.










