Perkuat Jaringan Pemulihan Nasional, Konvensi Regional Pertama NA Indonesia Hadirkan Harapan Baru

u7-WhatsApp-Image-2025-12-07-at-10.15.15
Public Relations NA Indonesia, Nita Purna Kusuma.

DENPASAR-fajarbali.com | Organisasi pemulihan berbasis komunitas global, Narcotics Anonymous (NA), secara resmi menyelenggarakan Konvensi Regional NA Indonesia yang pertama. Acara yang digelar di Denpasar pada Jumat (5/12/2025) menandai perkembangan signifikan komunitas NA di Tanah Air, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendampingi para pecandu mencapai pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan.

Public Relations NA Indonesia, Nita Purna Kusuma, menyatakan bahwa konvensi ini merupakan tonggak penting bagi komunitas pemulihan nasional. "Konvensi ini menandai pertumbuhan NA di Indonesia, bertambahnya anggota, serta semakin luasnya jangkauan layanan NA yang terbukti membantu pecandu menemukan jalan pemulihan secara konsisten,” ujarnya.

NA menggelar konferensi pers untuk memberikan penjelasan komprehensif kepada jurnalis mengenai misi organisasi dan kehadirannya di Indonesia. Sejak pertama kali hadir di Jakarta pada tahun 1998, dan kemudian berkembang ke Bali sejak tahun 2000, komunitas NA telah berekspansi pesat di berbagai kota dalam beberapa tahun terakhir, menawarkan pertemuan tatap muka dan online.

Salah satu perkembangan krusial adalah ketersediaan materi pemulihan, termasuk buku inti internasional, yang kini seluruhnya telah diterjemahkan dan digunakan secara resmi dalam Bahasa Indonesia. Hal ini memastikan aksesibilitas penuh bagi setiap individu di Indonesia yang ingin mencari bantuan pemulihan dari ketergantungan zat, termasuk alkohol.

Nita menjelaskan bahwa program pemulihan di NA berpusat pada 12 Konsep Tahapan Pemulihan, yang dirancang untuk mengatasi penyakit kecanduan yang menyerang tubuh, pikiran, dan jiwa. Tahapan ini mencakup prinsip-prinsip mendasar seperti kejujuran, keinginan untuk pulih, keterbukaan pikiran, serta kesukarelaan.

“Karakteristik kunci dari program NA adalah sifatnya yang non-religius, independen dari organisasi politik atau penegak hukum, serta sepenuhnya tidak dipungut biaya alias gratis. Seluruh anggota berfokus pada kejujuran diri, dukungan sesama, dan berbagi pengalaman dalam upaya untuk menjadi bersih dari zat adiktif,” ungkapnya.

BACA JUGA:  WFH Tanpa Aktivitas Fisik Picu Sindrom Metabolik

Kegiatan ini, menurut Nita, mempertegas keberadaan NA sebagai ruang aman dan netral bagi siapa pun yang ingin pulih. Di tengah perkembangan pesat ini, NA tetap menjaga anonimitas anggota dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berhenti menggunakan narkoba dan zat adiktif lain. “Konvensi ini menegaskan bahwa NA telah menjadi komunitas pemulihan berbahasa Indonesia dengan jaringan pertemuan dan literatur yang mudah diakses, di mana ribuan anggota telah merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Melalui penyelenggaraan konvensi regional pertama ini, NA Indonesia berharap dapat meningkatkan kesadaran publik bahwa pemulihan adalah hal yang dapat diakses oleh semua orang, tanpa stigma, tanpa biaya, dan tanpa tekanan identitas. Pemulihan, bagi NA, adalah ruang pertemuan sesama penyintas untuk saling mendukung dalam perjalanan menjadi bersih dari narkoba, mencontoh pusat organisasinya yang didirikan di California, Amerika Serikat, dan telah berkembang di 147 negara. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top