PKKMB UPMI 2025: Prodi Bidang Olahraga Jadi Primadona, Pendaftaran Jalur SKSS Diperpanjang 

IMG-20250909-WA0009
Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., dan jajaran, serta perwakilan Kepala LLDikti VIII, melepas balon ke udara menandai pembukaan PKKMB 2025, Selasa 9 September.

DENPASAR-Fajarbali.com | Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, memulai masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa (9/9/2025) di Kampus UPMI Jl. Seroja, Denpasar.

PKKMB diikuti 289 mahasiswa baru dari berbagai program studi (prodi). Hampir 100 persen mahasiswa baru ini merupakan fresh graduate.

Ketua Panitia PKKMB UPMI Bali 2025 I Dr. Wayan Sumandya, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, PKKMB tahun ini mengusung tema "Harmoni dalam Perbedaan, Sinergi untuk Kampus Berdampak”.

Tema ini dipilih untuk menegaskan komitmen universitas dalam menyiapkan mahasiswa baru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, solidaritas sosial, serta kompetensi untuk bersaing di era globalisasi.

Rangkaian PKKMB, lanjut Sumandya, dimulai sejak 8 September (Pra PKKMB), hingga penutup 12 September mendatang di aula kampus dan Pondok Jaka Desa Sangeh.

"PKKMB dilaksanakan berdasarkan pedoman Kemendikti Sainstek dan ditirukan melalui keputusan rektor. Kami jamin bebas perploncoan, serta diisi dengan materi-materi edukatif," tegas Sumandya.

Materi PKKMB meliputi, Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara , Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia , Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri, Pengembangan Karakter Mahasiswa serta Muatan Lokal Perguruan Tinggi.

Terkait peminatan prodi, Sumandya mengungkapkan, Prodi (S1) Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, masih menjadi primadona dengan perolehan 125 mahasiswa baru, disusul 

Bimbingan dan Konseling , Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik . Prodi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Indonesia mengalami peningkatan. Demikian pula seluruh prodi baru di jenjang sarjana. 

“Selamat datang di rumah baru kalian, Akan ada suka, duka, lelah, canda, cinta dan tawa. Namun, yakinlah setiap langkah di kampus ini akan membentuk siapa diri kalian di masa mendatang. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah guru yang mengajarkan arti perjuangan. Teruslah melangkah dengan hati yang besar dan semangat yang tak pernah padam," ujarnya.

BACA JUGA:  Kembali Digelar, Festival Seni Pelajar Jembrana Buka Ruang Edukasi

Rumah Kebhinekaan Berbasis Karakter 

Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., memastikan bahwa UPMI merupakan rumah Kebhinekaan bagi seluruh Civitas Akademika UPMI Bali. Jadi, para mahasiswa baru yang datang dari berbagai provinsi, perbedaan kepercayaan dan suku dipastikan nyaman tinggal di "rumah barunya" hingga mendapatkan gelar sarjana/magister. 

UPMI Bali, lanjut rektor, mengedepankan pendidikan karakter dalam proses Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini menjadi nilai plus UPMI di mata masyarakat. "Kami garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, NKRI," kata Prof. Suarta.

Keberagaman penduduk, menurut dia justru menjadi modal penting bagi UPMI untuk membuka wawasan mahasiswa tentang budaya Indonesia yang multikultural. 

"Dari latar belakang apapun mahasiswa, jurusan apapun yang dipilih, pendidikan karakter kami jadikan fondasi. Karena kami tidak ingin mencetak lulusan yang cerdas akademis saja, tetapi cerdas spiritual," jelasnya. 

Siapkan Tiga Inovasi

Menyikapi tingginya antusiasme masyarakat Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, UPMI Bali tengah mempersiapkan tiga prodi unggulan, yakni Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Magister (olahraga) serta Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang olahraga.

Ia sangat optimis ketiga prodi ini bakal banjir peminat. Selain langka, prodi yang masih dalam pematangan itu, menjadi kebutuhan mendasar, khususnya di Bali dan Indonesia Timur.

Larisnya peminat Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, menurut rektor, tak lepas dari sejarah panjang prestasi UPMI di berbagai even, bahkan hingga internasional.

Tak pelak, UPMI sampai dijuluki gudangnya altet berprestasi yang menjadi langganan even-even nasional dan dunia. Sederet atlet UPMI rutin membela Bali dan Indonesia sebagai kontingen berbagai cabang olahraga.

Selain prodi olahraga, bidang pendidikan seni juga masih menjadi primadona masyarakat. Kondisi ini sejalan dengan visinya saat awal menjabat Rektor sewaktu bernama IKIP PGRI Bali yang menjadikan olahraga dan seni sebagai prodi unggulan. 

BACA JUGA:  UPMI Bali Rawat Budaya Akademik, Kupas Analisis Instrumen Penilaian Berdasarkan Teori Tes Klasik dan Modern

Dengan naiknya status IKIP menjadi universitas, Rektor Suarta menegaskan, jangkauan UPMI justru lebih luas. Tidak hanya mencetak calon guru, tetapi menyediakan prodi bidang teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan era digital.

"Jadi dengan status universitas ini, tujuan kami memperluas jangkauan pelayanan. Sehingga kami tetap sebagai kampus pencetak guru ditambah jurusan umum lainnya," jelasnya.

Jalur SKSS Dibuka hingga Akhir September 

Terkait kuota beasiswa jalur Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), Prof. Suarta memastikan, masih membuka pendaftaran hingga akhir September 2025 ini.

UPMI Bali yang mendapatkan jatah 100 kursi, baru terisi 14 orang. Rektor pun mengundang masyarakat yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan program gagasan Gubernur Bali Wayan Koster tersebut. 

Selain gratis biaya hingga sarjana, penerima beasiswa SKSS, mendapatkan uang saku sebesar Rp 1.400.000 setiap bulannya. Tujuan program ini, untuk menyiapkan sumber daya manusia Bali yang unggul. 

Pembukaan PKKMB UPMI Bali 2025 juga dihadiri Kepala LLDikti VIII diwakili Kabag Umum Nyoman Bagus Suweta Nugraha, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd., seluruh wakil rektor, dosen dan organisasi mahasiswa selaku penyelenggara.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top