Resmi Dibuka, Nuanu Creative City Siap Jadi Ruang Baru Tempat Seni, Budaya, dan Alam Menyatu

WhatsApp Image 2025-08-30 at 20.58.19_afa91d62
Grand Opening Phase 1 Nuanu Creative City : (Ki-Ka) Ida Ayu Astari Prada (Brand & Communications Director of Nuanu Creative City), Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik (Senator Republik Indonesia untuk Bali), I Made Dirga (Wakil Bupati Tabanan), Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si., (Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan), and Letkol Inf. Trijuang Danarjati, S.A.P., M.I.P (Komandan Distrik Militer Tabanan).

TABANAN-fajarbali.com | Setelah lima tahun proses perencanaan yang cermat dan kolaborasi mendalam dengan masyarakat lokal, Nuanu Creative City resmi membuka gerbangnya. Terletak di lahan seluas 44 hektare di pesisir barat daya Tabanan, Nuanu bukanlah sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah ekosistem hidup yang dirancang sebagai ruang untuk tinggal, berkreasi, dan bermain. Perpaduan antara ruang budaya, pusat kuliner, dan lanskap alami menjadi rumah bagi para kreator dan penggerak perubahan dari berbagai latar belakang, yang disatukan oleh visi untuk menciptakan masa depan yang lebih berkesadaran.

Visi besar ini dimulai dari kecintaan sederhana terhadap Bali, seperti yang diungkapkan oleh CEO of Nuanu Creative City, Lev Kroll. Dengan selesainya tahap pertama pembangunan, Nuanu secara resmi mengundang pengunjung untuk merasakan keunikan kawasan ini yaitu perpaduan alam, seni, dan budaya. “Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Bali atas dukungan yang terus diberikan, yang telah membantu Nuanu berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Tabanan dan Bali secara keseluruhan. Semoga kehadiran Nuanu semakin mengukuhkan Bali sebagai pusat kreativitas di Asia Tenggara,” ucapnya.

Lev Kroll menyebutkan, salah satu pilar utama dari model bisnis Nuanu adalah Nuanu Social Fund (NSF), sebuah inisiatif yang dirancang untuk memastikan manfaat dari proyek ini kembali kepada komunitas. “Melalui wadah ini, Nuanu menyalurkan dana untuk mendukung berbagai inisiatif budaya, sosial, dan lingkungan di Bali. Model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, melainkan juga pada kesejahteraan bersama, menjadi bukti komitmen Nuanu terhadap pembangunan berkelanjutan yang memberdayakan komunitas dan melestarikan lingkungan,” ungkapnya.

Sejak membuka diri pada tahun 2023, Nuanu telah mencatat berbagai pencapaian signifikan. Dimulai dari peresmian ProEd Global School, sekolah internasional pertama di Tabanan, hingga hadirnya instalasi seni monumental seperti Earth Sentinels karya Daniel Popper. Tahun itu juga menjadi saksi lahirnya Aurora Media Park, sebuah jalur hutan tepi sungai yang menampilkan delapan instalasi interaktif, dirancang secara kolaboratif dengan Aurora, AI milik Nuanu. Ini menandai dimulainya perpaduan unik antara teknologi dan alam yang menjadi ciri khas Nuanu.

BACA JUGA:  Level 21 Mall Hadirkan “The Blooming Runway”: Perpaduan Fashion Musim Semi, Seni, dan Kepedulian Lingkungan

Momentum terus berlanjut di tahun 2024 dengan sejumlah terobosan. Nuanu Real Estate mencatatkan sejarah dengan penjualan 40 vila neo-luxury dalam satu hari, menunjukkan tingginya minat pasar terhadap gaya hidup berkesadaran yang ditawarkan. Kompleks hiburan Luna Beach Club juga dibuka, menjadi wajah baru ruang budaya di Bali dengan konsep tebing yang inovatif. Di dalamnya, Menara THK (Tri Hita Karana) berdiri gagah, sebuah karya arsitektur kolaboratif yang didedikasikan untuk merayakan filosofi Bali yang menyelaraskan hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Tidak hanya fokus pada seni dan properti, Nuanu juga memberikan perhatian besar pada aspek kesehatan dan kebudayaan. Fasilitas kebugaran sosial Lumeira hadir dengan sauna kubah kayu terbesar di dunia, sementara Suara Festival berhasil mempertemukan seniman lokal dan internasional, menegaskan posisi Nuanu dalam kalender seni Bali. Di sisi lain, Labyrinth Collective memperluas jangkauannya dengan membuka The Dome, pengalaman dome 360° pertama di Indonesia, yang memadukan seni, arsitektur, teknologi, dan pertunjukan.

Tahun 2025 menjadi babak baru yang semakin menguatkan posisi Nuanu sebagai episentrum kreatif Asia Tenggara. Perjalanan ini ditandai dengan peluncuran sistem tiket terintegrasi, yang menunjukkan kesiapan Nuanu menyambut publik yang lebih luas. Selain itu, hadirnya The Red Tent, sebuah ruang khusus perempuan nirlaba, dan pengembangan berbagai ruang pertunjukan seperti SOL Studio dan pertunjukan tari Kecak, menunjukkan komitmen Nuanu dalam memfasilitasi berbagai bentuk ekspresi kreatif dan pemberdayaan komunitas.

Pariwisata berbasis seni dan budaya juga semakin dikembangkan dengan hadirnya dua festival baru: FOTO Bali Festival dan Art & Bali. Menutup 2025, Nuanu juga akan memulai Nuanu Future Talks, sebuah forum dialog terbuka yang bertujuan memastikan pembangunan Bali berlangsung solutif, transparan, dan berbasis tanggung jawab bersama. Langkah ini membuktikan bahwa Nuanu tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun jembatan komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

BACA JUGA:  PT Happy Pet Indonesia Berikan Solusi bagi Pemilik Hewan Peliharaan melalui Happy Dog NaturCroq: Nutrisi Premium dengan Harga Bersahabat

Brand & Communications Director of Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada menambahkan bahwa dampak positif Nuanu meluas hingga ke sektor sosial dan lingkungan. Sepanjang 2023–2025, Nuanu Social Fund telah menyalurkan lebih dari Rp4,1 miliar untuk memberdayakan komunitas lokal, dengan melibatkan ribuan peserta dan penerima manfaat. “Secara paralel, Nuanu Junior Angels Foundation fokus pada pendidikan non-formal gratis bagi anak-anak di Desa Beraban dan Desa Pandak Gede, yang meliputi seni, bahasa Inggris, matematika, dan kewirausahaan. Hal ini membuktikan komitmen Nuanu dalam menumbuhkan generasi penggerak perubahan di masa depan,” terangnya.

Astari Prada menyebutkan, Nuanu juga aktif dalam upaya restorasi ekologi. Hingga saat ini, komunitas Nuanu telah mencapai tingkat daur ulang 95%, melepaskan lebih dari 12.000 kupu-kupu, menanam 114.700 pohon, dan melakukan konservasi 3.300 anggrek. “Upaya ini menunjukkan bahwa Nuanu serius dalam membangun ekosistem yang lebih hijau dan tangguh. Dengan visi ke depan seperti pembukaan Acadia, Desa Jiwa, dan Eugene Museum, Nuanu terus membuktikan bahwa investasi, budaya, dan komunitas bisa berkembang bersama secara berkelanjutan, menjadikan Bali sebagai mercusuar global untuk gaya hidup berkesadaran,” pungkasnya. (M-001)

Scroll to Top