MANGUPURA-fajarbali.com | Kompetisi drum bergengsi, Gebrax Drum Competition, kembali hadir di tahun 2025 dengan skala yang lebih besar. Berawal dari inisiatif Debeat Bali pada tahun 2020, kompetisi ini awalnya hanya menjangkau drummer dari Bali dan Nusa Tenggara. Namun, respon positif yang luar biasa mendorong panitia untuk memperluas cakupannya. Tahun ini, Gebrax Drum Competition 2025 secara resmi membuka pintu bagi para drummer dari seluruh Indonesia, Asia Tenggara, hingga Australia. Ini adalah langkah besar yang menunjukkan bahwa Bali kini siap menjadi tuan rumah ajang kompetisi drum berskala internasional.
Ketua Panitia Gebrax Drum Competition 2025, Denny Tawas, mengatakan bahwa latar belakang Gebrax Drum Competition dilandasi oleh semangat idealisme untuk memajukan bakat para drummer. Melihat minimnya kompetisi drum berskala nasional dan internasional yang berpusat di luar kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, Bali mengambil peran penting dengan menyelenggarakan Gebrax.
“Ajang ini tidak hanya sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah edukatif dan inspiratif. Tujuannya jelas, yaitu memberikan panggung yang setara dan kesempatan yang sama bagi setiap drummer untuk menunjukkan kemampuan mereka, terlepas dari di mana mereka tinggal,” ujarnya dalam konferensi pers Gebrax Drum Competition 2025 di Debeat Bali, Rabu (6/8).
Denny menyebutkan, Gebrax Drum Competition 2025 dirancang untuk menjadi ajang yang kompetitif namun tetap membangun. Kompetisi ini menantang para peserta untuk meningkatkan penguasaan teknik, kreativitas, dan musikalitas mereka. Selain itu, Gebrax juga berupaya memacu semangat para generasi muda untuk mendalami dunia musik, khususnya drum, dengan lebih terarah. “Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan akan muncul bibit-bibit baru yang siap berkiprah, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional,” imbuhnya.










