SINGARAJA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Akibat merabaknya virus Corona (Covid 19) yang terjadi membuat Desa Pekraman Buleleng yang seharusnya melakukan melasti ke pantai yang diikuti ratusan pura dan merajan serta diiringi ribuan pemedek akhirnya urung dilakukan. Upacara melasti yang dilakukan setelah menyelenggarakan rangkaian upacara nyepi tepatnya yang akan dilaksanakan pada Purnama Sasish Kedase, Selasa (7/4/2020) itu terpaksa tidak dilaksanakan lantaran akibat merebaknya Covid 19 yang terjadi.
Pembatalan pelaksanaan melasti itu diganti dengan pelaksanaan guru piduka atau permintaan maaf yang dilakukan sisetiap pura dan pemerajan. Pelaksanaan guru piduka itu pada pura Kahyangan yang ada di Desa Adat Buleleng yang meliputi tiga kahyangan yakni Pura Desa, Pura Segara dan Pura Dalem. Arahan kelian desa adat Buleleng untuk tetap menjaga jarak dan Pola hidup besih dan sehat dengan memakai masker ditaati oleh perwakilan prajuru, Tri Datu serta Satgas Gotong Royong Penaggulangan Covid-19 Desa Adat Buleleng. Persembahyangan guna memohon tirta dipimpin pemangku pura setempat.
Selanjutnya tirta dari kahyangan tiga dan pura Sudamala serta Prajapati dicampur di Pura Desa Adat Buleleng. Setelah melakukan prosesi mencampur tirta Kelian desa adat Buleleng bersama pemangku kahyangan tiga menjemput atau mendak tirta dari Pura Ciwa Sapu Jagat. Setelah melakukan prosesi upacara, tirta dari pura Sapu Jagat dibawa ke Pura Desa untuk dicampur menjadi satu. Dengan dmeikian enam tirta dari enam pura dicampur meliputi Pura Desa, Segara, dalem, Sudamala, Prajapati dan Pura Sapu Jagat. Keenam tirta itu selanjutnya dipercikkan kepada para pemedek yang hadir dimasing-masing rumah.










