DENPASAR-fajarbali.com | Selama lebih dari satu bulan ke depan, berbagai desa di Bali akan “diserbu” oleh para mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata-Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN-PMM) Reguler Periode II Tahun 2025.
Sebanyak 1.848 mahasiswa dari berbagai program studi dilepas dan diterjunkan ke 79 desa yang tersebar di 6 kabupaten dan 1 kota, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu gerakan pengabdian terbesar yang dilakukan oleh kampus swasta di Bali.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unwar, Dr. Partiwi Dwi Astuti, SE., M.Si., Ak., CA, menjelaskan bahwa para mahasiswa akan menyebar di wilayah Kabupaten Badung, Klungkung, Gianyar, Tabanan, Karangasem, Buleleng, dan Kota Denpasar.
Mereka akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan tema besar KKN tahun ini, yaitu “Sinergi Kesehatan Fisik, Mental, Finansial, dan Lingkungan untuk Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Mahasiswa akan membantu mengidentifikasi potensi lokal, merancang program kerja berbasis profil desa, serta menghasilkan inovasi dalam bentuk produk fisik maupun non-fisik.
“Kami ingin mahasiswa bisa mentransfer ilmu dari kampus dan menjadi agen perubahan yang nyata di masyarakat,” tegas Partiwi.
Selain KKN PMM reguler, Unwar juga menggelar KKN Nasional Kolaborasi bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menempatkan mahasiswa UGM di Desa Sibetan, Karangsem dan Kabupaten Gunungkidul (DIY) untuk mahasiswa Unwar.










