Penilaian Lomba Ogoh-ogoh di Badung Dimulai Besok, Dibagi Menjadi Tujuh Zona

Salah satu Sekaa Teruna di Badung yakni ST. Girindra Putra beberapa waktu lalu, terlihat tengah menggarap ogoh-ogohnya 
Salah satu Sekaa Teruna di Badung yakni ST. Girindra Putra beberapa waktu lalu, terlihat tengah menggarap ogoh-ogohnya 

MANGUPURA-Fajarbali.com | Penilaian ogoh-ogoh yang dibuat oleh Sekaa Teruna dan Yowana di Kabupaten Badung mulai dilakukan penilaian. Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung pun akan mulai melakukan penilaian pada Selasa (4/3). Penilaian ini akan dibagi menjadi tujuh zona dengan melibatkan puluhan dewan juri.  

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, penilaian ogoh-ogoh akan dilaksanakan mulai Selasa (4/3) hingga Jumat (7/3). Dewan juri akan mendatangi masing-masing Sekaa Teruna dan Yowana untuk melakukan penilaian.  

"Awalnya kami agendakan hari ini, tetapi karena ada kegiatan pidato Bapak Bupati, maka penilaian akan dilaksanakan mulai Selasa hingga Jumat mendatang," ujarnya saat dihubungi pada Senin (3/3).

Pihaknya pun melibatkan berbagai unsur, seperti pemerhati budaya, pakar seni ogoh-ogoh, Listibia, Majelis Desa Adat, dan PHDI untuk menjadi dewan juri. "Juri yang terlibat adalah para pemerhati budaya dan pakar seni, khususnya yang berkaitan dengan ogoh-ogoh. Selain itu, ada juga perwakilan dari Listibia, Majelis Desa Adat, dan PHDI. Totalnya lebih dari 30 orang, karena di setiap zona terdapat 2–3 juri," terangnya.  

Mantan Camat Petang itu menuturkan, kriteria penilaian ogoh-ogoh tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni harus menggunakan bahan ramah lingkungan dan tidak mengandung unsur SARA. Selain itu, tema yang diangkat dalam karya ogoh-ogoh harus berlandaskan pada personifikasi dewa-dewi, raksasa, atau kala yang sesuai dengan nilai budaya Bali.  

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top