Cegah Sarkopenia Sejak Dini dengan Membangun Masa il

IMG-20250303-WA0011
(Ilustrasi foto): Asupan nutrisi yang baik sangat berperan dalam pembentukan otot. Protein menjadi kunci utama dalam proses regenerasi otot.

SARKOPENIA adalah kondisi degeneratif yang ditandai dengan hilangnya massa otot, kekuatan, dan fungsi, yang umumnya terjadi akibat penuaan. 

Jika tidak dicegah, kondisi ini dapat meningkatkan risiko jatuh, kehilangan kemandirian, dan menurunkan kualitas hidup seseorang. 

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, upaya pencegahan sarkopenia harus dimulai sejak dini dengan kombinasi latihan fisik dan pola makan yang seimbang.

Mengenal Sarkopenia dan Dampaknya.

Sarkopenia umumnya mulai terjadi sejak usia 30 tahun dan semakin memburuk pada usia lanjut jika tidak diantisipasi. Berkurangnya massa otot bukan hanya memengaruhi kekuatan fisik, tetapi juga metabolisme tubuh. 

Otot yang sehat berperan dalam mengontrol kadar gula darah, menjaga keseimbangan hormon, serta mendukung sistem imun. Ketika otot melemah, seseorang lebih rentan terhadap penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, osteoporosis, dan penyakit jantung.

Pentingnya Membangun Massa Otot.

Massa otot memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, metabolisme, serta mendukung kesehatan tulang dan sendi. Sebuah webinar ilmiah yang diselenggarakan oleh Kemenkes RI juga menekankan pentingnya kombinasi nutrisi, termasuk protein dan HMB (β-hydroxy β-methylbutyrate), dalam memperlambat atau bahkan membalikkan kehilangan massa otot.

Strategi Mencegah Sarkopenia Sejak Dini

Pencegahan sarkopenia tidak harus menunggu usia lanjut. Sejak muda, kita bisa mulai membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan otot. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top