Gede Ngurah Ambara Putra-Nengah Yasa Adi Susanto (Abdi).
DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Dua pasang Calon Wali/Wakil Wali Kota Denpasar 2024-2029, yakni Nomor Urut 1, Gede Ngurah Ambara Putra dan I Nengah Yasa Adi Susanto (ABDI), serta Nomor Urut 2 IGN Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa), kembali memaparkan visi misi dalam debat terbuka kedua, Rabu (6/11/2024) lalu.
Pemberdayaan kaum perempuan di sektor informal menjadi sorotan, khususnya dalam akses mendapatkan permodalan.
Masing-masing pasangan calon pemimpin di Kota Denpasar, akan berupaya memperhatikan kaum perempuan untuk lebih maju UMKM-nya dan memiliki daya tahan ekonomi jangka panjang.
Cawali Ambara Putra menukik keberadaan toko-toko modern di Kota Denpasar yang menjamur, sehingga muncul pasar baru yang membuat UMKM dikelola kaum marginal tersisih perlahan-lahan.
Menurut politisi Gerindra ini, pelaku UMKM meski dibantu modal dan pelatihan digitalisasi, mereka kalah saing dengan toko modern. Hal ini berdampak terhadap ekonomi pelaku UMKM, hingga ke persoalan rumah tangga.
Ia menambahkan indeks Pemberdayaan Gender Kota Denpasar sebesar 69,22, masih kalah dengan Tabanan yang mencapai 78 persen.
"Kita lihat persaingan UMKM di Kota Denpasar sulit, karena banyaknya toko-toko modern yang jaraknya sangat berdekatan sekali. Walau pun kita memberikan modal mereka, itu tetap membuat mereka kalah saing. Inilah betapa pentingnya tata kelola toko modern. Jangan sampai masuk ke jalan-jalan kota. Diharapkan itu hanya membantu atau mendukung pariwisata kita, cukup di areal/badan provinsi saja," Ambara Putra.










