DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali, Ketut Kariyasa Adnyana melakukan kunjungan ke RSUP Sanglah untuk memantau kesiapan rumah sakit terbesar di Bali itu dalam mengantisipasi dan menghadapi masuknya virus corona ke Indonesia yang kini sedang merebak di China.
Kariyasa memastikan Bali siap dan siaga dalam mengantisipasi apabila wabah yang menyerang saluran pernafasan itu masuk ke Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia.
“kami mengecek kesiapan RSUP Sanglah menghadapi isu kesehatan seperti virus corona yang saat ini sedang mewabah di Wuhan, China. Karena Bali jadi daerah pariwisata dan sangat riskan sekali dengan isu-isu masalah kesehatan,” ujarnya di sela mengunjungi kesiapan ruang Nusa Indah khusus penyakit menular di RSUP Sanglah.
Informasi terakhir menyebut, hampir 10 ribu wisatawan dari China membatalkan perjalanan wisata ke Bali yang sudah direncanakan jauh hari, karena merebaknya virus corona di Negeri Tirai Bambu itu. Termasuk beberapa event untuk menarik wisatawan seperti Kintamani Festival terpaksa ditunda. Meski Bali terimbas isu tersebut, Bali tetap melakukan kesiapan yang matang untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Dari Dinas Kesehatan, RSUP Sanglah, bandara sudah sangat siap ketika ada isu seperti ini. RSUP Sanglah juga sudah melakukan simulasi-simulasi penanganan menghadapi segala bentuk bencana, termasuk wabah infeksi penyakit. SDM dan sarana prasarananya sudah sangat siap,” jelas Kariyasa Adnyana.
Mengenai pembiayaan, kata Kariyasa, nantinya Dinas Kesehatan perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pembiayaan yang bersifat emergency seperti suspect corona. “Kalau kita lihat kemarin di RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi) Sulianti Saroso Jakarta Pusat, itu dibiayai oleh pemerintah pusat. Nanti biar Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dan kami juga menyuarakan. Yang bersifat emergency seperti ini semesetinya tidak boleh mereka mengeluarkan biaya. Ini harus ditanggung oleh pemerintah pusat,” imbuhnya.
Sementara Direktur Utama RSUP Sanglah, dr I Wayan Sudana MKes, mengatakan sampai saat ini RSUP Sanglah memiliki enam ruangan isolasi tekanan negatif di Ruang Nusa Indah. Namun dua sedang rusak, sehingga yang bisa digunakan adalah empat ruangan. “Yang rusak lagi dua itu sedang perbaikan, masih dicek komponennya yang rusak,” jelasnya.
Dari empat ruangan isolasi tekanan negatif, hanya ada satu pasien yang dirawat. Itupun pasien sudah akan dipindah ke ruang rawat biasa. Artinya pasien berangsur membaik, karena sampai saat ini semua pasien negatif suspect virus corona. “Artinya di Bali saat ini cukup aman dari segi fasilitas ruang perawatan untuk mengantisipasi wabah virus corona ini. Selain itu, ada beberapa rumah sakit daerah juga yang dijadikan rumah sakit rujukan,” ungkapnya.
“Di sisi lain, Bali juga masih aman karena belum ada satu pun yang positif terinfeksi virus corona. Jadi kami mengimbau masyarakat tidak usah resah, apalagi panik,” tandas Dirut Sudana. (dar).










