“Sulap” Batok Kelapa Jadi Barang Ekonomis hingga Tembus Pasar Ekspor, Kelompok Wanita Mulya Abadi Sabet Juara I Kompetisi Nasional

KUR 1

 

AMLAPURA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kelompok Wanita Sinar Mulya Abadi, Desa/Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, mampu mengubah sampah batok kelapa menjadi barang bernilai ekonomi.

Berkat kreativitas dan kegigihan, kelompok wanita itu, berhasil memperoleh juara I atas kompetisi pemberdayaan perempuan se- Indonesia yang diadakan BRI.

Ketua Kelompok Wanita Sinar Mulya Abadi Anak Agung Ayu Mahesarani Karang, dikonfirmasi beberapa waktu lalu, menjelaskan, sejak 2008 ia berupaya menggali potensi ekonomi yang ada di desanya.

Upaya itu ia lakukan lantaran melihat kondisi warga yang tidak mampu secara ekonomi. "Kami menggali potensi ibu - ibu yang tidak bekerja, ibu rumah tangga dengan kondisi miskin, tidak mampu agar dapat berdaya meningkatkan ekonomi keluarganya," kata dia.

Desa Abang yang memiliki potensi pohon kelapa banyak dimanfaatkan warga untuk membuat minyak kelapa. Sementara batok kelapa terbuang sia-sia.

Di sisi lain, ia pernah melihat pengrajin dari Klungkung yang membuat keben dan bokor dari batok kelapa. Lalu terbersitlah ide untuk membuat kerajinan dari sampah batok kelapa.

Batok kelapa yang selama ini dipandang sebelah mata sebagai sampah, disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi oleh kelompok wanita ini.

Tak hanya berhenti berkreasi pada produk keben dan bokor, kelompok wanita ini pun bertemu dengan Bank BRI yang memberi bantuan pelatihan untuk menciptakan produk lainnya. Terciptalah produk tas, tas permen, tempat tisu, tempat buah, tempat air minum, keben, bokor, dulang, yang juga diminati pasar.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top