Bupati Nyoman Giri Prasta mendampingi Menhub RI, Budi Karya Sumadi dalam pembahasan rencana pembangunan Moda Transportasi Perkeretaapian MRT/LRT bawah tanah di ruang pertemuan Kantor Otoritas Bandara Ngurah Rai, Minggu (17/12).
MANGUPURA-Fajarbali.com | Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengikuti rapat penajaman rencana pembangunan Moda Transportasi Perkeretaapian MRT/LRT bawah tanah yang terbentang dari Kawasan Bandara Ngurah Rai menuju Kuta, Seminyak hingga Canggu, untuk mempersingkat waktu tempuh dari dan ke Bandara Ngurah Rai. Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertempat di ruang pertemuan Kantor Otoritas Bandara Ngurah Rai, Minggu (17/12). Turut hadir Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ervan Maksum, Sekda Provinsi Bali, Kadis PUPR Badung IB. Surya Suamba, Kadis Perhubungan Badung beserta jajaran Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung dan jajaran investor yang akan terlibat dalam program tersebut.
Dalam kesempatan itu Menteri Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa pihaknya ditugaskan oleh Presiden untuk menindaklanjuti rencana pembangunan MRT/LRT yang ada di Bali, karena secara faktual ada dua hal yang melatarbelakangi rencana pembangunan moda transportasi terintegrasi di wilayah Kabupaten Badung/Bali ini. Satu Bali adalah showcase dari pariwisata internasional, dan yang Kedua memang terjadi kemacetan yang kronis yang bisa menjadi bumerang apabila ini tidak ditangani.
“Oleh karenanya sama dengan Jakarta, kita akan membuat format bahwa PJPK nya itu adalah Pemda, dan Pemerintah Pusat akan mendukung dari segi teknis, dan sebagai minoritas. 51 persen Pemda dan 49 persen Pemerintah Pusat, jadi baik capex maupun opex Bapak Pj Gubernur dan Bapak Bupati telah bersedia menjadi penyanggah mendanai capex dan opex ini,” ujarnya.










