
FOTO: Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota, bertempat di Wantilan Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Senin (20/11/2023).
AMLAPURA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali, melanjutkan Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota, bertempat di Wantilan Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Senin (20/11/2023).
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Karangasem, yang diwakili Kabid PPKB I Wayan Arsiawan Adi, memaparkan, prevalensi stunting di Karangasem berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, bercokol di posisi ketiga se-Bali, dengan angka 9,2 persen.
Khusus di Desa Ababi, menurut Arsiawan, jumlah balita terindikasi stunting cukup tinggi, yakni 72 dari total 484 balita. Sehingga, kegiatan seperti ini sangat relevan guna terus menekan angka stunting di desa yang dekat dengan obyek wisata Taman Tirta Gangga tersebut.
Arsiawan Adi, mengingatkan, stunting tidak melulu dipicu kemiskinan, tetapi lebih kepada kekeliruan pola asuh. "Fenomena sekarang, banyak anak-anak 'diasuh' oleh handphone dan televisi, biar ibunya tenang dan damai," sentilnya.
Para orangtua diajak memperhatikan betul anak-anak dengan sentuhan-sentuhan kasih sayang. Demikian pula faktor perkawinan di bawah usia 20 tahun masih terjadi.
"Yang tak kalah penting, hindari 4Terlalu. (Terlalu muda melahirkan, Terlalu tua, Terlalu sering, Terlalu dekat jarak kelahiran). Kalau ada warga di sini belum punya jamban, tolong info ke kami," pintanya.










