Berdayakan Petani Melalui Daulat Pangan untuk Masa Depan Bali

Jero Kadek

Jero Kadek Suardika

 

AMLAPURA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Di tengah meningkatnya tantangan ketahanan pangan global, upaya pemberdayaan pertanian menjadi fokus utama untuk memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.

Khususnya Bali, sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang sebagian penduduknya bekerja di sektor pertanian, maka penting untuk dilakukan upaya-upaya antisipasi dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Upaya pertama yang penting dilakukan yaitu menjaga tanah atau lahan pertanian di Bali agar tidak jatuh ke tangan orang asing, yang menjadikan lahan pertanian sebagai produk komersial lain.

“Bali itu spirit. Spiritnya Bali itu budaya. Budaya itu butuh tempat atau tegak istilah Balinya. Kalau tanah di Bali dikuasai orang asing, apakah kita masih memiliki spirit budaya Bali itu?” kata Jero Kadek Suardika saat ditemui di Kebun Organik Bajatani, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, belum lama ini.

Jero Kadek mengatakan, pentingnya melakukan antisipasi secara bersama-sama agar tanah Bali itu tidak menjadi milik orang asing, apalagi menjadi alih fungsi lahan, menurutnya ini upaya strategis yang perlu dilakukan.

Dalam pemenuhan kebutuhan pangan, kata Jero Kadek, petani itu penting disejahterakan, sehingga dapat dipastikan petani itu tidak beralih fungsi lahan. “Caranya tetap kita memberdayakan ekonomi, tetapi ramah lingkungan dan ramah budaya” jelas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Bali ini.

Pria asal Singapadu Gianyar ini melanjutkan, yang harus diperhatikan dalam memberdayakan dan mensejahterakan petani, yaitu bagaimana agar pendapatan petani tetap stabil bahkan meningkat dalam setiap periode.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top