Harga Bahan Pokok Stabil, Distanpangan Gelar Gerakan Pangan Bali Murah

1E43644D-74ED-4AED-9E60-CAF94DC5BB09

Salah satu pedagang di stan GPM GPM, AA Anom Sawitri.

 

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H tahun 2023, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Jumat (14/4), pagi, di depan Kantor Perbekel Sumerta Kauh, Denpasar, tepatnya di sebelah selatan Pasar Kreneng.

Kepala Distanpangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, menyebut, GPM kali ini melibatkan 15 stan dari petani lokal, Toko Tani Indonesia (TTI) serta Badan Urusan Logistik (Bulog) Bali. Produk yang dijual berupa bahan kebutuhan pokok.

GPM, kata Sunada, bertujuan membantu masyarakat karena produk yang dijual dibanderol di bawah harga pasaran. Hanya saja, setiap pembeli dibatasi agar tidak ada upaya memanfaatkan GPM untuk kepentingan pribadi.

Terkait stok beras di Bali, ia mengklaim memiliki stok sebesar 40 ribu ton, tersebar di sembilan kabupaten/kota. Kondisi yang baik ini diikuti stok gabah yang memadai. "Bulan ini kita masih panen (padi) yang dimulai sejak Maret lalu," jelas Sunada.

Pihaknya meminta masyarakat tidak khawatir akan kenaikan harga pangan. Sebab, dari pantauannya, semua harga relatif stabil. Kenaikan hanya terjadi pada cabai namun tidak signifikan.

"Kami sempat duga cabai akan melambung karena cuaca hujan. Tapi tadi kami cek di pasar (Kreneng) harganya Rp. 35 ribu yang sebelumnya Rp. 20 ribu. Kalau yang lain sampai daging semua aman," terangnya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Polda Bali juga menggelar operasi pasar di Pasar Badung, Denpasar. Menurutnya, semua harga dan pasokan tetap stabil. Sekali pun ada kenaikan masih dalam batas kewajaran.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top