Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, ST., MT., IPM. bersama promotor dan co-promotor.
DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Ir. Ni Kadek Astariani, ST., MT., IPM., resmi menyandang gelar doktor di depan namanya setelah sukses mempertahankan Disertasi "Pemanfatan Serbuk Batu Pipih sebagai Prekursor dalam Pembuatan Perekat Geopolimer" pada Ujian Terbuka Promosi Doktor, Program Studi Doktor Ilmu Teknik, Fakultas Teknik Universitas Udayana (Unud), Sabtu (27/9).
Dikonfirmasi di Denpasar, Senin (3/10), kemarin, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ngurah Rai (FST UNR) ini, menceritakan ihwal hasil penelitiannya berawal dari ketidaksengajaan.
Suatu ketika, saat melintas di daerah Umaanyar, Seririt, Buleleng dan Jembrana matanya tertuju pada industri pemecahan batu. Industri ini menghasilkan limbah berupa serbuk abu batu yang berasal dari pengolahan batu pipih Umaanyar.
"Sebagai peneliti, tentu saya berpikir apa yang bisa dilakukan dengan limbah ini agar bermanfaat? Lalu munculah ide menciptakan sesuatu pengganti semen," jelas Astariani.
Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, ST., MT., IPM.
Dipilihnya alternatif pengganti semen, karena ia ingin mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) ke atmosfer. Menurutnya, produksi semen menyumbang 1,4 miliar ton CO2 ke udara. Apalagi permintaan semen terus meningkat sejalan dengan kebutuhan infrastruktur manusia.
Hal ini, kata dia, sangat berdampak negatif bagi lingkungan, bahkan mempercepat pemanasan global. "Kami di bidang konstruksi secara tidak langsung turut prihatin sehingga memikirkan bagaimana menciptakan lingkungan yang lebih baik, lebih sehat," imbuhnya.












