Diterangkan Jamaruli, sejalan perang terhadap narkoba pihaknya akan tetap berkomitmen memberantas narkoba di dalam Lapas. Yakni dengan melakukan operasi gabungan mengikutsertakan aparat penegak hukum.
Tidak hanya operasi gabungan di dalam lapas, pihaknya juga melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya barang-barang yang dibawa pengunjung ke dalam lapas. "Jadi, memang kami selama ini sudah melakukan upaya ekstra memperketat pemeriksaan barang yang masuk dan memeriksa pengunjung yang masuk, melalui penjagaan masuk satu pintu," tegasnya.
Diungkapkannya, dengan banyaknya bandar dan pengedar narkoba yang dimasukkan ke Lapas, diduga kuat peredaran narkoba masih mungkin ada.
Sehingga pihaknya melakukan pembatasan akses dan ruang gerak para napi. Termasuk pengecekan alat komunikasi handphone yang diselundupkan masuk ke lapas. Ditegaskannya, alat komunikasi handphone memang tidak boleh masuk ke dalam lapas.
"Kalau ada handphone masuk pasti ketangkep. Kami tidak mau ada handphone masuk, di depan pintu lapas. Saya tegaskan sekali lagi pintu hanya satu dan kami sudah tegas sekarang ini," ujarnya.
Jamaruli kembali menegaskan, selama ini pihaknya gencar melaksanakan operasi rutin gabungan untuk mencari barang-barang yang digunakan untuk berkomunikasi seperti handphone, senjata tajam dan barang terlarang lainnya. Diharapkan dengan rutinitas operasi ini bisa mengurangi akses para pengendali narkoba di lapas.
"Sekarang ini pengendalian dari lapas menjadi sulit dan seharusnya tidak bisa lagi dengan penjagaan yang kami lakukan. Tapi mereka pasti mencari cara lain, dan sekali lagi, kami akan basmi itu," tegasnya. (hen)










