
Enam pesilat yang diduga anggota PSHT saat jalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar.Foto/dok
DENPASAR-Fajarbali.com|Enam terdakwa kasus dugaan pembunuhan, Pujianto alias Utak (31), Siswantoro alias Mas Sis (42) keduanya asal Madiun, kemudian Roni Saputra alias Roni (21) dan Bima Fajar Hari Saputra alias Bima (18) serta Ocshya Yusuf Bahtiar alias Oska (21) ketiganya asal Banyuwangi, dan terdakwa Ahmat Hilmi Mustofa alias Hilmi (24) yang sebelumnya divonis 7 tahun penjara nampak belum bisa tersenyum lebar.
Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Ramdhoni yang sebelumnya menuntut keenam terdakwa dengan pidana penjara selama 17 taruh tidak terima dan menyatakan banding. Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Badung, I G Gatot Hariawan saat dikonfirmasi, Selasa (23/7) kemarin membenarkan jika Jaksa mengajukan upaya hukum banding.
“Betul, per hari ini (kemarin) menyatakan banding ke Pengadilan Negeri,” ujar pejabat asal Buleleng itu. Jaksa yang akrab disapa Gatot ini menambahkan, pihaknya mengajukan banding karena vonis hakim dianggap belum mencerminkan rasa keadilan.”Kami anggap putusan hakim 7 tahun penjara belum mencerminkan rada keadilan,” lanjut Gatot.
Selain itu, tambah dia lagi, pihaknya mengajukan banding karena terdapat putusan berbeda dengan pelaku anak yang disidangkan dengan berkas terpisah. Dimana pelaku anak yang juga terlibat dalam perkara ini dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagai dimaksud dalam Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.










