50 Napi Binaan Lapas Kerobokan Ikuti Tes Tulis Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru STIE

Pertama Kali Dalam Sejarah

(Last Updated On: )

IKUT TES-Puluhan napi warga binaan Lapas Kerobokan Kelas IIA Perempuan ikuti tes pendaftaran kuliah di STIE. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kerobokan mendapat sejarah baru yakni mengikutsertakan 50 warga binaan untuk pendaftaran Calon Mahasiswa Baru program Diploma Tiga (D-III) Akuntasi bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma Singaraja.
 
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua STIE Satya Dharma Singaraja, Dr. Ni Nyoman Juli Nuryani, S.E., M.M., Koordinator Sekolah Merdeka Jegeg Bersinar sekaligus Ketua GTS Institute Bali, A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda dan Kalapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani beserta jajaran.
 
Bertempat di Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, ujian tes tulis diikuti oleh 50 Warga Binaan Pemasyarakatan yang sebelumnya sudah lulus SMA dan berminat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. 
 
Acara dilanjutkan serah terima kelengkapan berkas pendaftaran Calon Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2024/2025 dari pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan kepada Koordinator Sekolah Merdeka Jegeg Bersinar. Lalu, diserahkan langsung kepada Ketua STIE Satya Dharma Singaraja, Dr. Ni Nyoman Juli Nuryani, S.E., M.M.
 
“Kita harus berbangga hati karena kita satu-satunya Lapas Perempuan pertama di Indonesia yang bisa mengadakan kegiatan perkuliahan, ini adalah sejarah baru,” bebernya. 
 
Ia pun berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan dan kepada warga binaan ini adalah kesempatan yang sangat langka dan luar biasa. 
 
“Saya berharap, siapa nanti yang terpilih dapat bersungguh-sungguh dan bisa mengikuti kegiatan blended learning ini dengan baik karena belum tentu di luar sana kita mendapatkan beasiswa untuk program perkuliahan ini” ucap Kalapas, Ni Luh Putu Andiyani. 
 
Terpisah, Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma Singaraja mengucapkan terima kasih kepada Kalapas Perempuan Kerobokan yang telah bekerjasama dengan STIE Satya Dharma. Harapanya ke depan, semoga dapat menjalin kerjasama sehingga program perkuliahan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. 
 
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada GTS Institute Bali dan Perpina Bali yang telah memberikan fasilitas untuk media pembelajaran Blended Learning Warga Binaan Lapas Perempuan Kerobokan.
 
Keterangan terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Kerobokan dalam menyelenggarakan tes tulis bagi 50 warga binaan yang mendaftar sebagai calon mahasiswa baru program Diploma Tiga (D-III) Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma Singaraja.
 
“Ini adalah langkah yang sangat positif dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan diri dan meraih pendidikan tinggi. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Pramella.
 
Pramella juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, institusi pendidikan, dan organisasi masyarakat dalam mendukung program pembinaan bagi warga binaan. 
 
“Dengan kerjasama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi warga binaan untuk belajar dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan berguna,” tambahnya. R-005 

Next Post

Sidokkes Polres Badung Rutin Periksa Kesehatan Para Tahanan

Ming Jul 7 , 2024
Setiap Hari
IMG_20240707_171550

Berita Lainnya