Janur Yasa juga menggugah toko modern atau pihak lain mengadopsi gerakan ini. “Akhir tahun ini, saya punya ide setiap warga mengumpulkan sampah di balai banjar. Point sampah dicatat melalui sebuah aplikasi. Misal dapat 10 poin, bisa ditukar dengan beras, minyak, kopi, atau gula di toko modern. Bahan pokok ini bersumber dari dana CSR mereka. Kan memang ada kewajiban untuk itu,” ungkapnya. Bahkan Janur yasa, berharap gerakannya melebar ke seluruh Bali. Sejak gerakan ini dimulai Mei 2020, hingga kini telah berhasil terkumpul sekitar 20 ton sampah plastik. “Hampir 20 ton sampah sejak awal Mei,” ungkap pemilik rumah makan Moksa di Ubud ini.(gds).










