Ia juga memandang bahwa PDI P ingin memenangkan Pilpres secara hattrick (tiga kali keberhasilan). Keberhasilan PDI P memenangkan Pilpres sebelumnya dilakukan berdasarkan mencalonkan nama tertinggi pada survei. Sehingga ia berkesimpulan PDI P akan memilih nama survei tertinggi untuk memenangkan Pilpres 2024.
“Pada tahun 2014 PDI P menang pada Pileg-Pilpres, pada tahun 2019 juga menang Pileg-Pilpres. Kalau ingin menang di 2024 tinggal ikuti saja,” ujarnya.
Tidak hanya menentukan kemenangan calon Presiden oleh partai politik, juga disebut mengusung Ganjar merupakan bagian perjuangan para relawan yang ingin menjaga keutuhan Bangsa dari bahayanya politik identitas.
“Karena kita lihat lawannya itu yang sudah memainkan politik identitas, itu yang berbahaya,” jelasnya.
Meski harus menunggu pendaftaran nama bakal calon Presiden pada September nanti, ia meyakini bahwa Ganjar Pranowo akan menjadi calon Presiden tahun 2024 dan mampu memenangkan Pilpres 2024.
“Jadi tidak ada opsi pak Ganjar tidak dicalonkan, tidak ada opsi di kami,” tegasnya.
Ketua Komter Ganjarian Bali, Made Iwan Dewanta menambahkan, melalui perjuangan para relawan dan berangkat dari semangat yang dimiliki nantinya akan ditularkan kepada seluruh masyarakat Bali khususnya, sehingga memiliki optimisme yang sama untuk menuju ke arah yang lebih baik.
Posisi Bali dalam mengusung Ganjar Pranowo dianggap sangat strategis. Karena nilai pluralisme telah melekat pada budaya masyarakat Bali, sehingga nilai identitas dianggap telah selesai.










