2000 Masker Kain Diproduksi Perhari Madin Pratama Rancang Masker Anti Air

Selain masker, Trisnawati juga memproduksi baju Alat Perlindungan Diri (APD) sekali pakai bagi tenaga medis. Namun, ia hanya memproduksi khusus pesanan dari tenaga medis atau masyarakat yang akan menyumbang untuk tenaga medis. “Jadi untuk produksi APD ini memang masih kami batasi. Kami prioritaskan hanya untuk para tenaga medis yang memang benar-benar memerlukan,” ungkapnya.

 

Mengenai karyawan, sebenarnya pihaknya ingin menerima sebanyak-banyaknya tenaga jahit. Namun, di Bali katanya tenaga jahit sudah termasuk langka dan sulit dicari. Tenaga jahit di Bali lebih memilih usaha pribadi di rumah masing-masing. “Ibu-ibu penjahit lebih memilih usaha di rumah sambil mengurus anak dan keluarga. Jarang ada yang mau ikut kami. Apalagi perempuan Bali itu kan cukup sibuk,” terangnya.

Sebelum menjadi garmen besar, awalnya dia dan suami hanya menerima pembuatan kaos dan seragam berskala kecil. “Lalu berkembang dari kaos seragam hotel, kemudian fokus ke sekolah-sekolah. Sekarang lebih banyak kami bekerjasama dengan kampus-kampus,” tuturnya.

Melihat kondisi ekonomi di tengah pandemik Covid-19, pihaknya mengaku lebih menyadarkan para karyawannya untuk bersyukur karena masih ada orderan. Meski terkadang harus lembur. “Saya selalu ingatkan teman-teman lebih semangat membuat ini karena kita juga bisa membantu masyarakat. Segala kebutuhan dasar juga kami beli di Bali, sama-sama menghidupkan UMKM. Produk Bali, beli di Bali,” tegasnya sembari berharap virus ini cepat berlalu.(put).

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top