150 Orang Lansia Jembrana Diwisuda

IMG-20260206-WA0011
Sebanyak 150 warga lanjut usia (lansia) dari lima desa di Kabupaten Jembrana resmi diwisuda dalam program Sekolah Lansia, Kamis (5/2/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Sebanyak 150 warga lanjut usia (lansia) dari lima desa di Kabupaten Jembrana resmi diwisuda dalam program Sekolah Lansia, Kamis (5/2/2026).

Prosesi wisuda ini menandai kelulusan angkatan pertama program pendidikan nonformal yang dirancang untuk memperkuat kualitas hidup lansia melalui pendekatan holistik mencakup aspek kesehatan, sosial, spiritual, hingga produktivitas ekonomi.

Para peserta berasal dari Desa Nusasari (Melaya), Tegal Badeng Barat (Negara), Batu Agung (Jembrana), Mendoyo Dangin Tukad (Mendoyo), dan Pangyangan (Pekutatan), masing-masing meluluskan 30 orang.

Sekolah Lansia Jembrana sebelumnya dikukuhkan pada 18 Oktober 2024 dan mulai menjalankan proses pembelajaran pada 2025 dengan dukungan narasumber lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh sosial, hingga pendamping kegiatan ekonomi kreatif.

Program ini merupakan implementasi kebijakan nasional kelanjutusiaan yang menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan, bukan semata kelompok rentan.

Kurikulum disusun berbasis standar pembelajaran untuk membentuk lansia tangguh dan bahagia secara pribadi, memperkuat peran dalam keluarga, serta mendorong partisipasi aktif di komunitas.

Materi yang diberikan meliputi kesehatan fisik dan mental, penguatan relasi sosial-budaya, pendalaman nilai keagamaan, hingga keterampilan ekonomi produktif yang relevan dengan potensi lokal. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning) yang memastikan proses belajar tidak berhenti pada usia tertentu.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang dinilai menjadi teladan lintas generasi. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendukung keberlanjutan Sekolah Lansia sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan warga lanjut usia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. Dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, menekankan dimensi pemberdayaan melalui konsep SMART—Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat—sebagai arah pembangunan lansia yang terintegrasi dengan pembangunan keluarga dan masyarakat.

BACA JUGA:  Final Pemilihan Duta Gendre Provinsi Bali 2025, Diharapkan Rawat Tradisi Prestasi di Kancah Nasional

Pelaksanaan kegiatan didukung swakelola desa serta alokasi anggaran pemberdayaan keluarga, termasuk promosi dan penguatan kelompok ketahanan keluarga.

Pemerintah daerah berharap Sekolah Lansia Jembrana terus berkembang sebagai model praktik baik daerah dalam mewujudkan masyarakat inklusif, ramah lansia, dan berketahanan sosial.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top