Dikonfirmasi Ketua PHDI Gianyar, I Nyoman Patra menjelaskan agar kasus itu tidak meluas, terlebih saat ini suasana perayaan Hari Suci Galungan supaya tidak ternodai. “Dipastikan dulu, mereka mengambil karena memang kebutuhan fisiknya apa ada maksud tertentu untuk melecehkan. Kalau untuk fisiknya ya tidak masalah, kalau karena lapar, anggap saja berbagi. Namun caranya itu perlu dibicarakan agar disampaikan baik-baik,” harap Nyoman Patra.
Menurutnya jika pengambilan sesaji karena pelecehan, dengan tegas pihaknya akan tindaklanjuti. “Kalau belum pasti, jangan melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri di hari suci ini. Karena perayaan Galungan ini kita juga bisa berbagi, tapi kalau terbukti untuk pelecehan pasti kami proses," tandas Patra.(gds).










