DENPASAR -sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com |Lima belas orang yang diduga menjadi korban penipuan tenaga kerja di Kapal Pesiar mendatangi Polda Bali, Selasa 18 Mei 2021 siang. Mereka mengaku kehilangan uang ratusan juta setelah ditipu oleh agent perekrutan migran diduga bodong yakni PT. DIM yang berkantor di jalan Muding Batu Sangiang, Kerobokan Badung.
Usia melapor, kuasa hukum para korban Nengah Yasa Adi Susanto didampingi dua rekannya, Putu Suma Gita, dan I Komang Wiadnyana, menerangkan pihaknya melaporkan Direktur PT.DIM, IRA, ke Ditreskrimum Polda Bali karena sebelumnya gagal dilakukan mediasi.
"Pihak perusahaan awalnya menjanjikan akan mengembalikan uang para korban. Namun hingga sekarang, uang mereka tidak pernah dikembalikan," beber Nengah Yasa.
Diterangkannya lebih lanjut, para korban sebelumnya telah menyerahkan secara bervariasi ke pihak perusahaan. Ada yang sudah menbayar Rp 20, Rp 30 dan Rp 40 juta. Bahkan ada yang telah membayar 52 juta.
Belasan calon korban tertarik dengan adanya iklan perekrutan tenaga kerja asing di media sosial @manningagentkapalpesiar yang dilakukan oleh PT DIM. Sehingga para korbannya tergiur untuk melamar.
"Para korban dijanjikan akan berangkat segera ke kapal pesiar seperti Royal Caribbean, Celebrity dan perusahaan kapal pesiar mewah lainnya. Bahkan dijanjikan bekerja di Australia," terang pria yang akrab disapa Jero Ong ini.
Setahun kemudian setelah menyerahkan uangnya, para korban belum juga dipanggil untuk diinterview oleh user kapal pesiar. Padahal, dari 15 orang korban itu sudah membayar sekitar 403 juta secara keseluruhan.










