100 Hari Kepemimpinan Sutjidra-Supriatna, Gerak Cepat Wujudkan Buleleng Paten

WhatsApp Image 2025-06-01 at 12.02.16
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dengan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna

Dibidang pertanian berkelanjutan dalam kepemerintahan menerapkan Insentif Revolusioner. Guna melindungi lahan pertanian dari alih fungsi, Pemkab Buleleng memberikan insentif pajak 90% bagi pemilik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dari 26.283 wajib pajak LP2B (nilai ketetapan awal Rp2,4 miliar), pengurangan pokok pajak sebesar 90% telah memberikan diskon total Rp2,167 miliar. Dengan demikian, total pajak yang ditagihkan hanya Rp247,8 juta. Kebijakan ini diharapkan mendukung ketahanan pangan sekaligus menguatkan potensi agrowisata.

Begitupun dibidang Pendidikan dan penataan kota hal itu merupakan Investasi Masa Depan Buleleng era baru. Sutjidra pun mengungkapkan program yang segera akan dilaksanakan adalah bantuan paket seragam, tas, sepatu dan kaos kaki. Sebanyak 5.305 dari keluarga tidak mampu di jenjang TK-SMP akan menerima bantuan ini. Total anggaran yang disiapkan adalah Rp6,6 miliar. Begitu juga dengan proyek penataan kota menyasar kawasan heritage dan pemasangan 25 lampu tenaga surya di Jalan Udayana dengan anggaran Rp1,4 miliar.”Tugu Singa Ambara Raja akan jadi ikon baru rekreasi modern yang estetis,”ungkapnya.

Kemudahan Investasi dimana pemerintahan Sudjidra dan Supriatna menggunakan metode Birokrasi Melayani dan Berdampak. Mal Pelayanan Publik (MPP) kini integrasikan 205 jenis layanan dari 23 instansi. Kemudahan berinvestasi akan terus diupayakan untuk menarik investor datang ke Buleleng. Buleleng Paten bukan hanya jargon kosong. Semua capaian 100 hari ini bukti kolaborasi masyarakat dengan birokrasi.”Ke depan, partisipasi warga akan lebih kami tingkatkan,”tutup Sutjidra. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top