BULELENG-fajarbali.com | Pasangan Bupati-Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna, mencatatkan perkembangan signifikan dalam program 100 hari kerja pasca-pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan jargon Buleleng Paten (Produktif, Adaptif, Tuntas, Emansipatif, Nyata), duo ini mendorong akselerasi pembangunan berbasis aksi konkret.
Dibidang Seni Budaya hal itu merupakan Napas Baru Pariwisata Buleleng. Revitalisasi kesenian tradisional menjadi prioritas. Pementasan mingguan Gong Kebyar, Janger Kolok, dan seni legendaris lainnya dijadikan strategi menarik wisatawan. Seni Budaya lokal yang legendaris menjadi jiwa dalam setiap kegiatan masyarakat di Buleleng.”Dengan panggung rutin setiap minggu, kami beri nafas panjang bagi pelaku budaya sekaligus magnet pariwisata,”ujar Bupati Sutjidra saat konferensi pers di Rumah Makan Ranggon Sunset, Minggu (1/6/2025).
Dalam memberikan layanan darurat dan Kesehatan dimana dalam program ini memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat. Bidang kesehatan juga tidak luput dari program 100 hari kerja Sutjidra-Supriatna. Program ambulans jenazah gratis telah melayani 71 warga tidak mampu sejak Februari 2025 lalu.
Ini sebagai wujud keadilan sosial. Tidak boleh ada keluarga yang terbebani biaya pemulangan jenazah. Selain itu, dua unit tambahan Buleleng Emergency Service (BES) senilai Rp1 miliar juga diperkuat untuk respons darurat.”Universal Health Coverage (UHC) juga tetap dijamin tanpa potongan sehingga masyarakat khususnya bagi warga tidak mampu tetap merasakan manfaatnya,”kata Bupati Sutjidra.










