“Kelompok-kelompok anggota kami sedang melakukan pendataan. Jika masyarakat mengetahui info ada anak yang kurang mampu sampai kesulitan biaya sekolah, silakan hubungi anggota kami,” ujarnya.

Kepala SMPN 4 Abiansemal I Made Antara sangat mengapresiasi bantuan dari Yaga Yingde Group, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh penerima. Ia mencontohkan, salah satu penerima santunan pendidikan nyaris putus sekolah.
Kedua orangtua anak tersebut meninggal dunia, lalu ia diasuh oleh bibinya. Tapi perekonomian sang bibi juga memprihatinkan. Hingga akhirnya ada seseorang yang menghubungkan anak bersangkutan ke anggota Yayasan Yaga Yingde.
Di SMPN 4 Abiansemal, layaknya sekolah negeri lain, memang tidak membayar SPP alias gratis. Meski demikian, tentu setiap murid memerlukan biaya untuk kepentingan alat-alat tulis hingga biaya transport ke sekolah. Di sinilah peran dana santunan sosial itu berperan meng-cover biaya tersebut.
“Tentu kami sangat apresiasi karena berkat bantuan Yaga Yinde, 10 anak kami dapat bersekolah dengan lancar. Kami harap ke depan kuantitasnya bisa ditingkatkan,” harap Antara.
Kegiatan yang dirangkai penandatanganan bantuan antara Yayasan Yaga Yingde Group turut dihadiri Camat Abiansemal, Perbekel Bongkasa, Daramil, Kapolsek Abiansemal, seluruh anggota yayasan dan undangan lain.
Ada pun penerima santunan pendidikan, di antaranya; Ni Ketut Dinda Pradnyani, I Wayan Swantara, I Gusti Ayu Kasih Maharani Putri, Putu Eka Candra Purnama Dewi, Ni Luh Putu Ratih Krisna Dewi, I Gusti Agung Ayu Ratih Pradnyana, I Gusti Ngurah Made Ari Putra, Ni Putu Maytha Andini Putri, I Gusti Ngurah Agus Adipratama dan Putu Tiara Calista.










