Wujudkan Padi Organik Mohon Bantuan Alsintan

GIANYAR-fajarbali.com | Pengembangan BUMDes di setiap desa di Bali saat ini semakin pesat. Banyak hal yang dikembangkan setiap desa untuk meningkatkan perekonomian melalu badan tersebut, namun belum semuanya bisa berjalan dengan baik. Desa Sidan, kini mulai mengembangkan pertanian organik. Bahkan pengembangan ini didukung penuh BUMDes Desa Sidan.


Ketua BPD, DesaSidan, Gusti Kompyang Puja yang juga tokoh masyarakat Desa Sidan, Rabu (25/5/2021) kemarin menyebutkan sebelumnya Desa Sidan berkeinginan mengembangkan pariwisata untuk Gianyar Timur. Namun hal ini tidak berjalan dengan mulus.

“Sejak tahun 1996 kami mencoba mengembangkan pariwisata Gianyar Timur, namun tidak pernah berhasil, dan kami terus mencoba. Namun belum juga membuahkan hasil,” terang Kompyang Puja.

Baca Juga :
Dapat Arahan Prioritas Nasional, Materi Teknis RDTR Kawasan Bandara Baru di Buleleng Mulai Disusun
Terima Alokasi CASN, Buleleng Siapkan Anggaran Untuk Proses Rekrutmen
 

Bersama Perbekel Sidan, dirinya mendorong agar pertanian organic dikembangkan lebih luas lagi. Sehingga seluruh hasil pertanian di desanya bisa semuanya organik.

“Bukan hanya padi, komoditas lain, termasuk sayur nantinya akan dikembangkan ke organik. Kami mohon bantuan ke Gubernur, Pak Koster agar kami bisa dibantu alat mesin pertanian, sehingga pengembangan pertanian bisa lebih pesat,” harapnya.

Diakuinya, di desanya terdapat 7 subak, yang luas pertanian keseluruhan mencapai 65 hektar dan 35 hektar lahan yang akan digarap menjadi pertanian organic.

“Potensi sudah kami miliki dan sudah pernah uji coba. Padi organic sudah ditanam di sebagian subak,” ujarnya.

Sehingga dengan alsintan, nantinya petani tidak lagi ketergantungan dengan sewa alsintan dan waktu masa tanam bisa berbarengan. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Sabun Arang Bambu Tembus Jepang, Perancis dan Spanyol, Untuk Spa, Terkendala Mesin Pembuat Tepung Arang Halus

Kam Mei 27 , 2021
GIANYAR-fajarbali.com | Berawal dari lesunya pariwisata akibat Bom Bali I, Anak Agung Putri Asrini (54) banting setir ke usaha rumahan. Sebelumnya bekerja sebagai guide Jepang, akhirnya menekuni arang bambu menjadi sabun. Pembuatan sabun dengan arang bambu dilakoni sejak pasca Bom Bali I, Tahun 2002 silam.
BPD BALI