DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S. S. Kar., M. Hum, mengingatkan lulusannya untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas di masyarakat, sehingga mampu bersaing di tengah era Revolusi Industri 4.0.
"Karena basis pendidikan perguruan tinggi seni itu kreativitas dan inovasi, jadi berinovasi jangan ketika mau lulus atau saat mengerjakan tugas-tugas kuliah, justru inovasi yang paling bagus setelah lepas di masyarakat," kata Prof Sugiartha dalam acara Wisuda XXII ISI Denpasar, di Gedung Natya Mandala kampus setempat, Kamis (28/2/2019),
Apalagi, lanjut Guru Besar Karawitan itu, lulusan ISI Denpasar telah dipersiapkan dengan bekal keilmuan yang komprehensif agar menjdi insan-insan yang mandiri dengan empat keunggulan utama.
Keunggulan itu meliputi intelektual yang mengarah para pencarian nilai-nilai kebenaran, kemudian keunggulan estetis agar setiap tindakan mampu memberi rasa senang dan nyaman, moral agar mereka selalu menabur kebaikan dan etika, dan spiritual agar menyadari bahwa hidup adala anugerah yang patut disyukuri.
"Dengan empat keunggulan utama ini lulusan ISI Denpasar akan mampu bersaing dalam segala hal dan di segala zaman. Hasil 'tracer study' menunjukkan bahwa masa tunggu lulusan kami dalam memperoleh pekerjaan tidak lebih dari dua bulan," ujarnya.
Pihaknya sangat berbangga, bahkan yang terbanyak dari mereka mampu menciptakan sendiri lapangan pekerjaan dan menciptakan profesi-profesi baru.
Dia mencontohkan untuk lulusan dari Jurusan Tari yang diprediksi sebelumnya paling bisa menari atau menciptakan tari, ternyata di masyarakat berkembang menjadi juru ria










