AMLAPURA-fajarbali.com | Menjelang puncak pelaksanaan Usabha Pitra di Pura Dalem Puri tahun 2026, upaya perlindungan kesehatan bagi ribuan pemedek (umat) menjadi prioritas utama. Badan Pengelola FKSPA Besakih menggandeng BBPOM di Denpasar, Dinas Kesehatan Karangasem, UPTD Puskesmas Rendang, dan Poltekkes Kemenkes Denpasar untuk menggelar aksi jemput bola berupa edukasi keamanan pangan serta uji sampling produk makanan di kawasan Palemahan Pura Dalem Puri.
Kegiatan ini secara khusus menyasar para pedagang makanan cepat saji yang memadati area peribadatan. Para pedagang diberikan pemahaman mendalam mengenai rantai keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku yang segar, teknik pengolahan yang higienis, hingga tata cara penyajian yang memenuhi standar sanitasi. Langkah preventif ini diambil guna meminimalisir risiko keracunan makanan di tengah tingginya antusiasme masyarakat yang hadir.
Tak hanya memberikan teori, tim gabungan di lapangan juga melakukan aksi nyata dengan mengambil sejumlah sampel makanan secara acak untuk diuji laboratorium secara cepat (rapid test). Fokus pengujian adalah mendeteksi keberadaan zat berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil (Rhodamin B dan Methanyl Yellow) yang berisiko bagi kesehatan jangka panjang.
Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menegaskan bahwa kenyamanan umat tidak hanya bergantung pada kelancaran upacara, tetapi juga pada faktor keamanan logistik. “Melalui edukasi dan uji sampling ini, kami ingin memastikan bahwa makanan cepat saji yang dijual kepada pemedek memenuhi standar keamanan pangan dan layak untuk dikonsumsi,” ujar Muliarta di sela-sela peninjauan lapangan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni memberikan apresiasi atas kolaborasi aktif ini. Ia menekankan bahwa pengawasan pangan di area tempat suci memiliki tantangan tersendiri karena tingginya mobilitas pedagang dan pembeli. Kesadaran kolektif antara petugas dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kuliner yang sehat dan terpercaya.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa pangan yang beredar di lingkungan pura bebas dari bahan kimia berbahaya. Partisipasi aktif para pedagang dalam menjaga kebersihan sangat menentukan citra kawasan Pura Dalem Puri, Besakih sebagai pusat religi yang juga peduli pada standar kesehatan publik,” tegasnya.
Berdasarkan hasil uji lab terhadap seluruh sampel yang diambil, tim gabungan membawa kabar melegakan bagi masyarakat. Tidak ditemukan satu pun kandungan zat berbahaya pada sampel makanan yang diuji. Dengan hasil tersebut, Badan Pengelola secara resmi menyatakan bahwa kuliner yang beredar di areal Palemahan Pura Dalem Puri saat ini berada dalam kategori aman dan layak untuk dikonsumsi.
Melalui sinergi lintas instansi ini, FKSPA Besakih berharap standar keamanan pangan ini tetap terjaga hingga berakhirnya rangkaian Usabha Pitra 2026. Upaya berkelanjutan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dan pengelola dalam memberikan perlindungan menyeluruh, memastikan setiap pemedek dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman, nyaman, dan tetap sehat. (M-001)










