Unwar Tuan Rumah Seminar Hasil Kosabangsa 2025, Dorong Hilirisasi Inovasi dan Penguatan UMKM

IMG-20260625-WA0011
Universitas Warmadewa (Unwar) kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional Seminar Hasil Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar.

DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Warmadewa (Unwar) kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional Seminar Hasil Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar selama 2 hari.

Kegiatan ini menghadirkan 118 delegasi perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia serta 23 reviewer nasional untuk mengevaluasi hasil program pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan.

Pembukaan Seminar Hasil Kosabangsa dilakukan oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., didampingi Kepala LLDikti Wilayah VIII yang diwakili I Made Adi Kartikayasa, S.T., M.M., selaku Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda LLDikti VIII, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa Prof. Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., serta Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., Kamis (25/6).

Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., mengatakan kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kampusnya untuk terus mendukung pengembangan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Program Kosabangsa merupakan program strategis yang memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pembangunan. Melalui seminar ini berbagai capaian, pengalaman, dan praktik baik dapat disebarluaskan, dievaluasi, dan dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Kosabangsa menjadi peluang emas bagi perguruan tinggi dengan klaster riset Madya untuk mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah. Dalam seminar tersebut, sejumlah perguruan tinggi mempresentasikan hasil karya dan inovasi yang telah diterapkan di masyarakat untuk mendapatkan penilaian dari reviewer nasional.

BACA JUGA:  KUI Unud Jajaki Kerja Sama dengan Tamkang University Taiwan Bahas Isu Internasional

Ia menjelaskan, luaran program tidak hanya berupa publikasi ilmiah, tetapi juga diharapkan menghasilkan hak kekayaan intelektual (HAKI), paten, hingga lahirnya UMKM binaan yang mampu berkembang secara mandiri. Unwar sendiri menampilkan berbagai UMKM binaan yang bergerak di sektor tenun, kopi, kuliner, dan produk unggulan lokal Bali lainnya.

“Hasil pembinaan tidak bisa dicapai dalam satu tahun. Minimal memerlukan tiga tahun. Tahun pertama fokus pada pengenalan dan inovasi, tahun kedua implementasi, dan tahun ketiga mulai memasuki tahap pemasaran. Harapannya produk binaan ini tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., mengapresiasi atas kehadiran ratusan peserta dan reviewer dari seluruh Indonesia. Menurutnya, seminar hasil Kosabangsa tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian dosen, tetapi juga mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, persoalan UMKM tidak bisa diselesaikan oleh satu bidang ilmu saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu mulai dari sosial-politik, ekonomi, hukum, pertanian hingga bidang lainnya.

“UMKM harus digarap secara bersama-sama dari hulu sampai hilir sehingga menghasilkan kebijakan dan strategi pengembangan yang komprehensif,” tegasnya.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa Kosabangsa merupakan salah satu program unggulan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam skema tersebut, perguruan tinggi klaster utama dan mandiri berperan sebagai pendamping, sedangkan perguruan tinggi klaster madya, pratama, dan binaan menjadi pelaksana di lapangan. Program ini difokuskan pada diseminasi hasil riset dan inovasi untuk menjawab persoalan masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), wilayah rawan bencana, serta daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem dan stunting.

BACA JUGA:  SMP Nasional Denpasar Jadi Inspirasi 40 SMP di Surabaya

“Program Kosabangsa saat ini sudah menjangkau seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia. Melalui seminar dampak ini kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Adnyana juga mengapresiasi Unwar yang secara konsisten mendukung berbagai kegiatan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, termasuk menjadi fasilitator sejumlah kegiatan nasional dalam beberapa tahun terakhir.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top