DENPASAR-fajarbali.com | Setelah sebelumnya memberikan pembekalan dan melepas ratusan mahasiswa KKN Nasional Kolaborasi Universitas Warmadewa (Unwar) dan Universitas Gadjah Mada, KKN Relawan Pajak, serta KKN PMM Reguler Periode I Tahun 2026, pada Kamis (15/1) Unwar juga secara resmi memberikan pembekalan dan melepas sebanyak 88 mahasiswa peserta KKN-PMM Lingkungan Hidup.
Pembekalan dan pelepasan mahasiswa tersebut berlangsung di Ruang Sidang Sri Kesari Warmadewa Mandapa dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta perwakilan pihak terkait. Puluhan mahasiswa ini akan diterjunkan di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan untuk melaksanakan KKN tematik dengan fokus utama pada pengelolaan sampah berbasis sumber.
Program KKN-PMM Lingkungan Hidup ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Warmadewa dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Melalui program tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan dan berkontribusi nyata dalam upaya percepatan penanganan pemilahan sampah, khususnya melalui pendekatan door to door kepada masyarakat.
Ketua Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Warmadewa, Dr. Pratiwi Dwi Astuti, S.E., M.Si., Ak., CA, menjelaskan bahwa para mahasiswa akan bekerja dalam tim yang telah dibentuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Mereka akan disebar ke 95 banjar, 6 kelurahan, dan 4 desa yang berada di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, dengan masa pelaksanaan KKN selama 1,5 bulan.
Menurutnya, persoalan sampah di Bali, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sudah berada pada level yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Volume sampah yang dihasilkan setiap hari sangat besar, sehingga penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.
“Perlu ada kontribusi dari semua pihak, termasuk masyarakat dan mahasiswa. Melalui KKN ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah dapat meningkat. Minimal, dari mahasiswa sendiri sudah tumbuh kesadaran bagaimana menangani dan memilah sampah yang mereka hasilkan,” ujarnya.
Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menegaskan bahwa KKN-PMM Lingkungan Hidup ini memiliki tema yang sangat spesifik, yakni pengelolaan sampah berbasis sumber. Tema tersebut sejalan dengan kebijakan dan program strategis pemerintah dalam menanggulangi persoalan sampah secara berkelanjutan.
“Hari ini kita secara khusus menerjunkan 88 mahasiswa Warmadewa untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Warmadewa mendapat kepercayaan dan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali untuk berkolaborasi dalam upaya penanggulangan sampah,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagai institusi pendidikan swasta yang berwawasan ekowisata, Universitas Warmadewa menyambut baik pelaksanaan KKN tematik ini. Bahkan, upaya pengelolaan sampah berbasis sumber telah lebih dulu diterapkan di lingkungan kampus melalui pembangunan unit TPS3R sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan.
"Pengalaman dan praktik yang sudah dilakukan di kampus ini akan kami tularkan kepada masyarakat melalui mahasiswa. Tujuannya agar masyarakat memiliki budaya bersih, budaya sehat, dan budaya mengelola sampah secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Rektor juga menekankan bahwa kegiatan KKN-PMM Lingkungan Hidup ini merupakan tugas mulia yang membutuhkan pendampingan dan pengawasan berkelanjutan. Oleh karena itu, Universitas Warmadewa berharap kegiatan mahasiswa di lapangan dapat dipantau dan didampingi oleh pihak kementerian agar pelaksanaannya berjalan lancar dan memberikan hasil optimal.
“Harapan akhirnya adalah terwujudnya Bali yang bebas sampah dan Bali yang berkelanjutan. Universitas Warmadewa ingin terus berkontribusi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah,” pungkasnya.










