Unik dan Menarik, Inilah Tradisi Megoak-goakan di Desa Kintamani

BANGLI-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Tradisi berupa tari Megoak-goakan tidak hanya ditemui di Desa Panji, Buleleng saja. Tradisi serupa nyatanya juga bisa ditemui di desa Kintamani, Bangli yang digelar setahun sekali bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi Desa, Selasa (26/02/2019).

Bahkan, Megoak-goakan ditampilkan oleh kelompok anak-anak hingga dewasa ini diyakini sebagai tarian sakral yang telah diwariskan secara turun temurun dan mempunyai berbagai makna untuk kendamaian desa.

Sebab secara niskala, tarian ini merupakan bentuk persembahan kepada Ratu Dalem yang berstana di Pura Dalem Pingit yang ada di Desa Kintamani dan diyakini orang yang ikut megoak-goakan bisa sembuh dari suatu penyakit. Sedangkan secara sekala, Megoak-goakan sebagai simbolis tata cara seorang pemimpin dalam memimpin rakyatnya, sehingga bisa memberikan kedamaian pada desa.

Sesuai pantauan dilokasi, sejak pukul 07.00 wita, tampak puluhan hingga ratusan warga desa Kintamani sudah berbondong-bondong jalan kaki menuju karang suci berupa tanah lapang dekat dengan perkebunan warga. Untuk kenyamanan warga dalam melaksanakan tradisi tersebut, akses jalan menuju desa Kintamani ditutup. Terlebih, pelaksanaan megoak-goakan tersebut melibatkan sekitar 4.000 warga dari 1.200 kepala keluarga (KK) di enam banjar yang ada di Desa Kintamani.

Dengan mengenakan pakaian adat bali, para peserta megoak-goakan membagi diri menjadi dua kelompok perempuan dan pria. Masing-masing kelompok, terdiri dari belasan orang membentuk barisan panjang, lalu saling kejar dan saling tangkap. Aturan mainnya, apabila pemimpin kelompok dapat menangkap orang yang jadi ekor kelompok lawan, maka kelompok itulah menang.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top