Pj Bupati Lihadnyana saat membuka secara resmi kegiatan TMMD ke- 115 tahun 2022 yang merupakan program dari Komando Resor Militer (Korem) 163/Wira Satya Bali, di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan beberapa hari yang lalu.
SINGARAJA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com I Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengharapkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dapat membantu akselerasi pembangunan di Kabupaten Buleleng, khususnya melalui kawasan pedesaan. Salah satunya pada nilai kegotongroyongan.
“Sekarang ini kegotongroyongan, kemanunggalan TNI dengan rakyat itu nilai yang paling penting. Karena TNI itu lahir dari rakyat, hadir juga untuk rakyat dan bersama-sama rakyat untuk mempercepat pembangunan secara nasional dan di Buleleng pada khususnya,” ujar Lihadnyana saat membuka secara resmi kegiatan TMMD ke- 115 tahun 2022 yang merupakan program dari Komando Resor Militer (Korem) 163/Wira Satya Bali, di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan beberapa hari yang lalu.
Selain sebagai upaya membangun desa, lanjut Lihadnyana, tentunya juga TMMD menjadi wadah untuk membangun keswadayaan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung proses pembangunan. TMMD diharapkan dapat memotivasi, dan memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku atau subjek pembangunan yang memiliki semangat dan jiwa baru. Hal ini tentunya juga sejalan dengan tiga pilar gerakan nasional revolusi mental yang diikrarkan pada tahun 2015. Salah satu poinnya yakni gotong royong.
“Nilai gotong-royong inilah yang menjadi penting bagi kita, bahwa selama ini terjadi sebuah degradasi. Semakin lama nilai-nilai gotong royong, nilai kebersamaan semakin menipis. Dan sekarang dengan kehadiran TNI melalui kegiatan TMMD ini mari kita bangkitkan nilai kegotongroyongan itu,” imbuhnya.











