Tingkatkan Pemahaman Finansial, KrediOne Edukasi UMKM dan Kelompok Tani di Tabanan

1000738295
Edukasi keuangan yang dilaksanakan KrediOne bagi pelaku UMKM serta kelompok tani di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Kamis (20/8).

TABANAN-Fajarbali.com | Upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat terus digencarkan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan KrediOne melalui edukasi keuangan bertajuk “Cakap Finansial, UMKM Tumbuh Maksimal” bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok tani di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Kamis (20/8).

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian partisipasi KrediOne dalam ajang Fintech Lending Days yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 20–21 Agustus 2026 di Bali. Program ini juga menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan yang sehat.

 

Acara dihadiri jajaran manajemen KrediOne, yakni Direktur Operasional dan IT Defrian Afdi, Head of Finance, Accounting & Tax Oclif Ronald Elgin Mantik, serta Head of Marketing & Branding I Made Wisnu Saputra. Hadir pula Sekretaris Desa Baru, I Made Suwenda Asnawa, Bendesa Banjar Baru, I Wayan Giastra, para pelaku UMKM lintas sektor, Kelompok Tani Jambu Kristal Tabanan, dan mahasiswa Universitas Bali International (UNBI).

 

Oclif Ronald Elgin Mantik menegaskan, pentingnya pemahaman dasar mengenai pembiayaan usaha sebelum masyarakat memutuskan mengajukan pinjaman. “Literasi keuangan menjadi pembeda utama antara utang yang mendorong perkembangan usaha dan utang yang justru menjadi beban. Pelaku UMKM harus memahami perbedaan antara utang produktif untuk modal kerja dan utang konsumtif. Pinjaman yang sehat adalah pinjaman yang digunakan untuk mengembangkan usaha sehingga menghasilkan keuntungan lebih besar dibandingkan biaya pembiayaannya,” ujarnya.

 

Oclif Ronald Elgin mengingatkan masyarakat agar menerapkan tiga prinsip utama dalam bertransaksi di era digital, yakni pinjam dengan sadar, menggunakan layanan pendanaan daring (pindar) resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN dan kode OTP. “Prinsip-prinsip tersebut menjadi benteng utama agar masyarakat terhindar dari risiko pinjaman online ilegal maupun berbagai bentuk penipuan digital,” katanya.

BACA JUGA:  Aurora Park Nuanu, Taman Multimedia Alam Pertama di Bali

 

KrediOne mencatat hingga Juli 2026 telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp19 triliun secara nasional. Dari jumlah tersebut, Rp572 miliar disalurkan di Provinsi Bali. Capaian tersebut menunjukkan peran perusahaan dalam mendukung kebutuhan pembiayaan individu maupun UMKM di daerah.

 

Melalui kegiatan edukasi ini, KrediOne berharap pelaku UMKM dan masyarakat semakin bijak memanfaatkan layanan pinjaman daring serta mampu membedakan layanan pendanaan resmi dengan pinjaman online ilegal. Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya perlindungan konsumen dan perluasan inklusi keuangan yang sejalan dengan kebijakan OJK dalam mewujudkan industri pinjaman daring yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.W-004

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top