GIANYAR-fajarbali.com | Masalah sampah kiriman yang kerap menghantui lahan pertanian di wilayah Gianyar mendapatkan perhatian serius Pemerintah Desa Medahan.
Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah desa dan unsur akademisi, sebuah sistem barrier (penghalang) sampah resmi dipasang di saluran irigasi utama Sawah Subak Celuk, Desa Medahan, belum lama ini.
Langkah ini di ambil sebagai respons atas meningkaatnya volume sampah plastik dan limbah domestik yang terbawa arus irigasi, yang selama ini kerap menyumbat pintu air dan menurunkan kualitas air yang mengalir ke petak-petak sawah pemilik petani setempat.
Komitmen Pemerintah Desa Medahan
Perbekel Desa Medahan, I Wayan Buana, yang hadir langsung memantau proses pemasangan, menyatakan bahwa proteksi terhadap kawasan subak adalah prioritas utama desa. Menurutnya, Subak Celuk merupakan aset vital bagi ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di wilayahnya.
“Kami menyadari bahwa kebersihan saluran irigasi adalah kunci keberhasilan panen. Dengan adanya barrier sampah ini, kita tidak hanya mengamankan aliran air, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa sungai dan saluran irigasi bukanlah tempat pembuangan sampah,” ujar Buana.
Buana mengatakan, pihak desa akan menyiagakan petugas kebersihan secara berkala untuk mengangkat sampah yang terjaring di barrier tersebut agar tidak menumpuk dan menyebabkan luapan air.
Pendampingan dari Akademisi
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang mendapat pendampingan intensif dari pihak Unmas I Gusti Ayu Agung Sintha Satwika, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Gung Sintha, sapaannya, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi dan teknis pemasangan barrier telah melalui tahapan observasi lapangan yang matang.
“Peran kami disini adalah memastikan bahwa solusi yang diberikan bersifat aplikatif dan tepat guna. Barrier yang dipasang dirancang untuk menyaring sampah tanpa menghambat debit air yang dibutuhkan petani. Kami berharap inovasi sederhana ini memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem pertanian di Desa Medahan,” ungkap Gung Sinta.
Dukungan Krama Subak
Pemasangan alat ini disambut baik oleh krama Subak Celuk. Selam ini, para petani seringkali harus bekerja ekstra keras membersihkan sampah secara manual sebelum mulai menggarap sawah. Keberadaan sekat sampah ini dinilai sangat membantu meringankan beban kerja petani dalam pemeliharaan saluran air.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah desa yang dipimpin oleh Bapan Wayan dan bimbingan teknis dari Ibu Gung Sintha, proyek ini diharapakan menjadi percontohan bagi subak-subak lain di Kbupaten Gianyar dalam hal manajemen sampah di area irigasi.
Melaluiaksi nyata ini, Desa Medahan Kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga filosofi Tri Hita Karana, khususnya hubungan harmonis antara manusia dengan alam lingkungan demi kesejahteraan bersama. (rel)










