Tim Gabungan Terus Berupaya Mencari Korban Rafting

“Hasil sampai siang ini masih nihil pergerakan. Kalau sampai sore belum ditemukan, maka besok kami mulai di wilayah Denpasar dari bendungan Oongan sampai pantai Padanggalak,” jelas Dibya Presasta. 

GIANYAR-fajarbali.com | Pencarian korban hilang dalam kecelakaan rafting terus diupayakan. Dimana pencarian Selasa (4/10/2022) melibatkan Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Gianyar, BPBD Badung, BPBD Provinsi dan Basarnas Bali. Serta tim relawan rescue dan paguyuban rafting Gianyar dan Badung. 
Dijelaskan Kabid Kedaruratan dan Logostim BPBD Gianyar, Tim membagi diri menjadi tiga regu. Regu pertama bergerak dari My Swing Bongkasa menuju selatan Bongkasa. Regu dua di pos Mambal menuju selatan ke arah Denpasar namun masih di wilayah Badung. 
“Hasil sampai siang ini masih nihil pergerakan. Kalau sampai sore belum ditemukan, maka besok kami mulai di wilayah Denpasar dari bendungan Oongan sampai pantai Padanggalak,” jelas Dibya Presasta. 
 
Ditambahkan, untuk personil, BPBD Gianyar dengan kekuatan penuh, Balawista 25 orang, TRC 20 orang. Satu regu 10 orang BPBD Badung dan 15 orang Basarnas Bali dan regu dari SAR Polda sebanyak 7 orang. Kemudian dari relawan rescue Bali 8 orang, Paguyuban rafting Gianyar-Badung 20 orang. “Untuk perahu karet difasilitasi oleh rafting semua. Life jaket juga dibantu pengelola rafting. Namun petugas sudah lengkap alat.
Meski mendung dan cuaca gerimis, penyelamatan tetap dilakukan sesuai SOP,” jelasnya lagi. 
 
Sementara itu, Kadis Pariwisata Gianyar, I Made Raka berharap penyedia jasa wisata rafting sangat memperhatikan keselamatan dan keamanan bagi peserta rafting. “Karena ini berhubungan dengan alam dan cuaca, bila hujan di hulu segera waspada dan menghentikan aktivitas bila air sungai membesar,” harapnya. Sedangkan bila wisatawan sedang dalam keadaan rafting, diharap pemandu dikontak dan segera ke pinggir. “Yang terpenting adalah keselamatan wisatawan, apabila sudah terlanjur membeli tiket, pelaksanaan rafting ditunda sampai kondisi aman,” harapnya lagi. 
 
Disebutkan, di Gianyar sendiri yerdapat 16 usaha rafting, dimana 14 usaha di Kecamatan Ubud dan 2 Unit di kecamatan Payangan. Dimana ijin usaha rafting dikeluarkan oleh Pemprov Bali termasuk pengawasan dan kelengkapan peralatan. 
 
Kecelakaan bermula saat rombongan ini akan berwisata refting menggunakan jasa Ayung Dewata sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu mereka start di kawasan Banjar Bhagawan, Desa Melingih Kelod, Kecamatan Payangan dengan finish di Hotel Pita Maha, Desa Kedewatan, Ubud. Dalam perjalanan tersebut sempat turun hujan lebat. Diduga karena hujan itu, air tiba-tiba membesar lalu membalikkan perahu mereka. Saat terbalik, mereka terombang-ambing. Ada yang terdampar di kawasan Bongkasa, Badung. Sebab sungai ini membelah Kabupaten Gianyar dan Badung. “Saat hampir mendekati finish atau sekitar 10 menit lagi, tiba-tiba perahunya terbalik karena air sungai yang tiba-tiba membesar,” ujarnya. Sebanyak 11 orang telah ditemukan selamat. Sementara satu orang, Robinaugh Cliford Neil (62) asal Amerika belum ditemukan.sar

Next Post

Mahayastra Tekankan Laporan Hibah Tidak Ada Mark Up Harga

Sel Okt 4 , 2022
“Nanti dalam membuat SPJ, jangan membuat nota pembelian pasir di toko buku, atau menaikkan harga. Contoh membeli semen 60 ribu dibuat 70 ribu, itu nanti bisa jadi temuan karena sudah ada standar harga,” tegasnya. 
WhatsApp Image 2022-10-04 at 13.27.16-eb06fdb2