Tersangka Rekayasa Perampokan Ngaku Terinspirasi Dari Tontonan di Medsos

BANGLI-fajarbali.com | Kasus rekayasa perampokan yang dilakukan Ni Kadek Ardiasih (24), di rumahnya di di Jalan Abian Tiying Pucak Cemeng, Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli, Kamis (7/10)  lalu itu, terbilang sangat keterlaluan.

Pasalnya, selain telah membuat resah masyarakat, skenario perampokan yang nyaris sempurna tersebut nyatanya dilakukan untuk merampok mertuanya sendiri.  Meski sebagai ibu rumah tangga dengan pekerjaan sampingan jualan online, Kadek Ardiasih mampu menyusun rencana secara apik, sehingga menampakan perampokan sadis itu seolah-olah  benar terjadi.

Ditemui saat pres rilise pengungkapan kasus perampokan tersebut di Mapolres Bangli, Senin (11/10/2021), tersangka mengaku nekat merekayasa perampokan tersebut karena kepepet dan bingung untuk mengembalikan uang tabungan mertuanya yang telah dihabiskannya hingga puluhan juta. Dengan mengenakan baju tahanan dengan status sebagai tersangka, Kadek Ardiasih dengan gamblang menceritakan bagaimana dirinya menyusun rencana perampokan tersebut.

Kata dia, awalnya sebelum kejadian pada Kamis subuh sekitar pukul 04.30 Wita, dirinya terbangun lalu menyalakan Hp. Selanjutnya dirinya membuka aplikasi Facebook dan mencari cara merekayasa perampokan. Selain Facebook juga melihat di aplikasi Youtube. “Saya menemukan ada kasus pembunuhan suami yang direkayasa seolah-olah terjadi perampokan. Tapi pagi itu tidak langsung saya lakukan. Saya masih berpikir, masih takut, begitu agak siang baru saya lakukan,” akunya dihadapan awak media, Senin (11/10).  Untuk melancarkan aksinya, dia menunggu kondisi rumah sepi. Suaminya  dan mertuanya yang sebagai buruh bangunan pergi bekerja pukul 07.30 Wita. Sementara anaknya baru berusia 5 tahun dititipkan di rumah tetangga.

Selanjutnya, berbekal ide dari sosmed itulah dia mulai menyiapkan segala perkakas dalam aksinya tersebut. Dimulai dari mengacak-acak seisi kamar, mengambil sabit, pisau dan kayu seolah-olah dibawa oleh pelaku. Kemudian menyiapkan tiga buah selendang. Selanjutnya Kadek Ardiasih mulai mengambil uang tunai yang disimpan oleh mertuanya sebesar Rp 22 juta. Sebelum mengambil, dirinya sempat memotret uang tersebut. Keberadaan uang tersebut tadinya diketahui oleh tersangka sejumlah Rp 25 juta. “Saat mau nyimpan uang itu, mertua saya sempat bilang kalau punya uang segitu,”sebutnya. 

Karena yang ditemukan hanya Rp 22 juta, dirinya kembali mengambil cincin emas milik sang mertua. Kemudian mengambil uang suaminya Rp 1,5 juta. Merasa masih kurang, dengan tanpa pikir panjang, tersangka kembali mengambil dua buah celengan plastik milik anaknya. Tersangka membuka celengan tersebut dengan pisau lalu mengambil uang anaknya tersebut yang totalnya sekitar Rp 2 juta. Setelah uangnya terambil semua, tersangka lalu menyimpan cincinnya di balik pembalut. Kemudian beralih mengambil tiga selendang dan mulai menyumpal mulut sendiri, mengikat kaki lalu tangannya sendiri. “Belajar mengikat dari youtube saya buka Hp pakai jari kaki, karena sambil mengikat,” ujarnya. Setelah merasa sempurna dengan bantuan kakinya dia menelepon tetangganya kalau mengalami perampokan. Setelah itulah kasusnya menjadi gempar di Sidembunut yang buntutnya sang suami melaporkan ke Polres Bangli.

Ardiasih mengaku terpaksa berulah seperti itu lantaran kebingungan mengembalikan uang tabungan milik mertuanya yang telah ditariknya selama kurun 1,5 tahun terakhir hingga mencapai puluhan juta. Padahal, diketahui, saking percayanya sang mertua, hingga buku tabungannya pun diberikan ke tersangka . “Sejak satu setengah tahun saya tarik tabungan itu sampai sekarang,”lanjutnya.

Untuk apa uang itu? Ditanyakan demikian Kadek Ardiasih mengaku untuk keperluan pribadi, foya-foya dan modal jualan online. “Saya kan sering COD (Cash On Delivery), kadang kurang modal jadi saya pakai uang itu dulu. Pernah rugi dan ditipu pembeli,” ujarnya. Ditanya lebih detail soal keperluan pribadi, Kadek Ardiasih secara tersirat mengaku jika dirinya juga punya sejumlah teman pria selain suaminya. Untuk teman prianya itu, kata dia, dirinya tidak memberikan berupa uang. Melainkan, membelikan sejumlah pakaian. “Saya menyesal dan sekarang sangat rindu dengan anak karena tiga hari sudah tidak bertemu,” ujarnya. 

Sementara Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan didampingi Kasatreskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim menerangkan, pengungkapan kasus ini berkat kejelian petugas saat melakukan olah TKP. “Sejumlah kejanggalan ditemukan saat olah TKP,” ujarnya. Hingga akhirnya, setelah dilakukan penyelidikan lanjutan dan pendalaman kasus, ada sejumlah barang bukti yang tak sesuai dengan keterangan korban. Karena itu, kecurigaan penyidik kian mengerucut setelah mengetahui hasil visum yang tak ada tanda kekerasan terhadap tubuh korban. Padahal jika sesuai keterangannya yang mengalami penyekapan dengan tangan dan kaki diikat, paling tidak ada luka memar dan sejenisnya. “Setelah barang bukti cukup, kami lakukan interogasi kembali dan dia (pelaku) tak bisa berkelit. Dia mengakui telah merekayasa perampokan tersebut,”tegas Kapolres. Atas perbuatannya tersebut, tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis. “Selain pasal pencurian dia juga dikenakan pasal  memberikan keterangan palsu. Untuk ancamannya, maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Kapolres Bangli. (ary)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Over Produksi, Harga Sejumlah Hasil Pertanian Di Bangli Mulai Anjlok

Sen Okt 11 , 2021
BANGLI-fajarbali.com | Sejumlah komoditas hasil pertanian di Kabupaten Bangli, belakangan mengalami penurunan harga alias anjlok. Kondisi ini diduga terjadi akibat over produksi pasca banyaknya masyarakat beralih terjun ke pertanian pasca sektor pariwisata di Bali ditutup sebagai  dampak penyebaran pandemi Covid-19.