Terapis Akupuntur dan Pengobatan Herbal, Salah Satu Profesi yang Tetap Eksis di Era Kecerdasan Buatan

u10-IMG-20251104-WA0001
Rektor ITEKES Bali, Ketua YPPLPK Bali, serta pimpinan Fakultas Kesehatan dan masing-masing kaprodi, foto bersama stakeholder usai membahas visi misi. 

DENPASAR-fajarbali.com | Perubahan besar-besaran terjadi di dunia kerja akibat pesatnya perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelegensi (AI). Sepanjang 2025–2034, profesi seperti big data specialist, fintech engineer, serta AI dan machine learning engineer akan banyak dicari. 

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid, menyampaikan pekerjaan administratif diperkirakan akan banyak tergantikan.

“Secara global, sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru akan muncul hingga 2030, namun 92 juta pekerjaan juga akan tergantikan oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan,” kata Meutya, di sela menghadiri wisuda salah satu perguruan tinggi swasta di Bali, Senin (3/11/2025).

Dengan demikian, calon mahasiswa mesti lebih jeli lagi memilih jurusan atau program studi yang sekiranya tidak tergantikan oleh kecerdasan buatan tersebut, atau bahkan berpeluang dikolaborasikan. 

Salah satu jurusan yang punya prospek cerah ke depan yakni sarjana di bidang kesehatan, khususnya akupuntur dan pengobatan herbal. 

Program Studi Sarjana Terapan Akupuntur dan Pengobatan Herbal, tersedia di Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali yang berada di bawah Fakultas Kesehatan.

Ketua Program Studi Sarjana Terapan Akupuntur dan Pengobatan Herbal, Fakultas Kesehatan, ITEKES Bali, Ns. Ida Ayu Anom Rastiti, S.Kep.,MCM., memberikan garansi bahwa jurusan ini tetap relevan sepanjang adanya kehidupan di muka bumi. 

"Untuk prospek karir lulusan, akupunktur terapis bisa bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan tentunya praktik mandiri," jelas Ida Ayu Anom Rastiti, Senin (3/11/2025).

Di Bali sendiri, lanjut Ida Ayu Anom Rastiti, Pemerintah Provinsi Bali sedang menggencarkan layanan pengobatan alternatif berbasis kearifan lokal/tradisional. Di berbagai daerah juga terjadi kondisi serupa.

Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya obat-obatan herbal untuk menjaga kesehatan tubuh. Pengobatan herbal dinilai tanpa efek samping negatif.

BACA JUGA:  Optimalisasi Pemenuhan Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Buleleng

Karena itulah, menurut Ida Ayu Anom Rastiti, jumlah mahasiswa baru setiap tahunnya terus meningkat sejak didirikan tahun 2021 lalu. Meski berbau tradisional, namun program studi ini rutin melakukan pertukaran pelajar di bidang TCM (Traditional Chinese Medicine) ke Taiwan setiap tahunnya. 

Visi Prodi Sarjana Terapan Akupuntur dan Pengobatan Herbal ITEKES Bali, berfokus pada menghasilkan lulusan Sarjana Terapan Akupuntur dan Pengobatan Herbal yang berkarakter, berdaya saing global, dan unggul dalam pelayanan pada bidang neurologi yang berdampak terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. 

Untuk mewujudkan visi tersebut, pihaknya menetapkan misi yang terangkum dalam Sad Cita yang meliputi aspek tata kelola Prodi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, implementasi kerja sama dan penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan. 

Proses penyusunan visi dilakukan secara inklusif melalui konsep pentahelix yang menghadirkan berbagai unsur, tidak hanya dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, mitra, organisasi profesi HAKTI, dan pengguna lulusan tetapi juga para ahli, pemerintah, masyarakat, serta media. 

Kehadiran media menjadi bagian penting, bukan hanya dalam memberikan masukan strategis, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi visi Prodi kepada masyarakat luas.

“Visi dan misi yang telah dirumuskan ini bukan hanya sekadar dokumen formal, melainkan pedoman nyata bagi kami dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi. Dengan dukungan seluruh stakeholder melalui pendekatan pentahelix, kami optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya ahli, tetapi juga mampu menjawab tantangan global dan memberikan kontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, visi–misi ini telah diturunkan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Prodi, sehingga implementasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan terarah dan berkesinambungan. 

BACA JUGA:  Ketua Ikatan Alumni SMK Pandawa: Jangan Malu Pilih Sekolah Swasta

Dengan hadirnya visi dan misi ini, Prodi Sarjana Terapan Akupuntur dan Pengobatan Herbal berkomitmen untuk memperkuat perannya sebagai pusat unggulan akademik, riset, dan pelayanan kesehatan berbasis akupuntur dan herbal, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di era global.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top