Juru pemantau jentik (Jumantik) cilik yang merupakan siswa kelas V SDN 2 Panjer, memantau jentik nyamuk di lingkungan sekolah.
DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar yakni Drs. I Made Bulda Mahayana, SKM.,M.Si, Ni Ketut Rusminingsih, SKM.,M.Si dan I Wayan Sali, SKM.,M.Si memberikan edukasi dan pembentukan juru pemantau jentik cilik di SDN 2 Panjer Denpasar.
Bulda Mahayana, selaku ketua tim menjelaskan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit pemicu kematian.
Salah satu penyebab DBD adalah sanitasi lingkungan yang buruk karena tersedianya tempat perindukan nyamuk aedes aegypti betina yang menempatkan telurnya pada bejana yang berisi air jernih.
"Adanya faktor-faktor tersebut maka perlu dilakukan upaya pencegahan salah satunya dengan pembentukan juru pemantau jentik (Jumantik) cilik," jelas Bulda, di Denpasar, Rabu (28/8/2024).
Menurut Bulda, pencegahan DBD tidak hanya dilakukan oleh kalangan dewasa saja, namun dibutuhkan pemberdayaan sejak dini pada siswa sekolah dasar. Sekolah sebagai institusi pendidikan, memiliki peranan dan kedudukan strategis dalam promosi kesehatan.
Bulda melanjutkan, pengabmas bertujuan memberdayakan siswa sekolah dasar di Kelurahan Panjer sebagai Jumantik cilik dan ikut berperan aktif program pemerintah melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3 M Plus.
Dimana kegiatan 3M yaitu menguras atau membersihkan bak mandi, menutup rapat bejana penampung air dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang sampah anorganik yang berpotensi menampung air hujan.










