Taman Ayun Barong Festival, Lestarikan Budaya, Masuk Dua List World Heritage UNESCO

“Taman Ayun Barong Festival”

52 Views

PEMBUKAAN Taman Ayun Barong Festival, bertempat di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Taman Ayun, Mengwi, Badung, Sabtu (10/9), oleh Sanggar Mangu Samcaya.

 

MANGUPURA – fajarbali.com | Sebagai wujud nyata dalam pelestarian warisan budaya, Sanggar Mangu Samcaya menggelar Taman Ayun Barong Festival, bertempat di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Taman Ayun, Mengwi, Badung, Sabtu (10/9).

Acara ini juga sebagai upaya menarik minat wisatawan agar makin tertarik untuk berwisata ke Bali, khususnya Kabupaten Badung.

Acara ini dikemas dengan jenis perlombaan dalam dua kategori, yaitu kategori regenerasi dan superstar yang diikuti oleh peserta dari seluruh Bali.

Kategori regenerasi diikuti oleh anak-anak sebanyak 20 peserta, sedangkan 10 peserta dewasa masuk dalam kategori superstar.

Ketua panitia I Putu Gede Pratama Putra menjelaskan, pada kategori regenerasi dipertunjukkan tarian Barong Buntut yang diikuti oleh anak-anak usia 9 sampai 13 tahun.

Pertunjukan tarian Barong Buntut.

Sedangkan Barong Ket dalam kategori superstar ini secara khusus bersyarat minimal mendapatkan juara terbaik sebanyak tiga kali dalam ajang kompetisi serupa pada masing-masing kabupaten se-Bali.

Lebih lanjut ia menjelaskan, unsur penilaian yang diterapkan yaitu ada lima, pertama ada Wiraga berarti raga atau tubuh, dengan begitu para penari mampu menguasai penampilan tiap gerakan tubuh.

Selanjutnya Wirasa yang berarti mengekspresikan perasaan yang bisa dilakukan melalui gerak, kemudian Wirama yang berarti ritme atau tempo, Wirupa berarti rupa atau wujud, unsur ini memberikan kejelasan pesan yang ingin disampaikan melalui warna, busana, dan riasan, serta Wibawa yang dalam pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi para penonton.

Pembina Sanggar Mangu Samcaya Anak Agung Gde Agung mengatakan, dalam menjaga pelestarian budaya harus dilakukan langkah konkret. 

“Kita wajib melestarikan budaya kita, dengan kata lain ‘world heritage conservation’ karena tanpa kita yang melakukan langkah konkret seperti sekarang ini siapa yang akan memulai, terutama untuk regenerasi anak-anak” ujar Panglingsir Puri Ageng Mengwi ini.

Dalam kegiatan ini ada dua “list” yang dinobatkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Dengan demikian, mantan Bupati Badung 2005-2015 ini berpendapat, acara tersebut juga sebagai ajang mengapresiasi organisasi kebudayaan dunia.

“Ini merupakan pengabdian kami untuk wilayah Bali khususnya barong ini, karena kami memberikan suatu apresiasi juga kepada UNESCO, bahwa di Taman Ayun even yang sekarang ini ada dua list yang masuk world heritage list dalam UNESCO kita gabungkan menjadi satu, pertama Taman Ayun sendiri sebagai warisan budaya dunia, kedua pergelaran tarian Barong juga sebagai warisan budaya dunia” jelasnya. 

“Kita mengapresiasi, kan tidak hanya ngomong saja, perlu langkah yang nyata dan jelas, inilah pengabdian kami” imbuh pria yang saat ini duduk di Komite III DPD RI tersebut.

Disamping melestarikan warisan budaya, dikatakan acara ini sebagai daya tarik wisata secara alami. “Banyak turis yang datang dan menyaksikan, padahal kami tidak ada undangan khusus kepada para turis itu” ucapnya.

Ia berharap acara ini akan terus bisa digelar setiap tahunnya. “Saya berusaha setiap tahun bisa dilaksanakan” pungkasnya. (rl/gde)

Next Post

Viral, Pasangan Sejoli Berpakaian Adat Ah Uh di Dalam Mobil yang Sedang Melaju

Ming Sep 11 , 2022
Video Berdurasi 29 Detik
20220911220738-5c3d38f8